Soto merupakan makanan yang banyak disukai oleh masyarakat. Banyak variasi dari soto, seperti soto daging sapi atau soto daging ayam, namun apakan anda pernah mencoba soto daging angsa. Sepertinya soto angsa patut menjadi menu altenatif, pada saat berbuka puasa maupun nanti ketika lebaran. Kreator soto angsa, Chef Budi Prasetyo mengatakan, pihaknya sengaja memilih daging angsa untuk alternatif karena, jarang digunakan sebagai bahan masakan.
“Jika dimasak dan dirasakan dagingnya tidak kalah enak dengan ayam.” ujar Budi yang juga merupakan Chef Kepala di hotel Lor in. Budi menambahkan, untuk membuat soto angsa tersebut diperlukan daging angsa yang beratnya antara 1,5-1,7 kg. ”Dengan usia angsa antara 4-5 bulan,” terangnya saat ditemui Timlo.net di dapur Lor In. Sedangkan untuk bumbunya sendiri sangat mudah didapat, seperti tomat, seledri, daun bawang.
Cara memasak soto angsa tersebut cukup mudah, setelah angsa dibersihkan rebus angsa selama 4-5 jam dengan menggunakan api sedang. Tekstur dagingnya berbeda sehingga memerlukan waktu agak lama. Selama menunggu daging masak, siapkan bahan-bahan pelengkap seperti ketupat, telur asin, berkedel, kerupuk, jeruk nipis, dan sambel hijau.
Budi menambahkan, menu soto angsa tersebut memang disiapkan untuk menyambut lebaran tahun ini. ”Saya sengaja menghidari membuat makanan yang menggunakan santan.” ungkap Budi. Sementara itu, soto tersebut dapat anda cicipi di Sasono Budjono dengan harga Rp 65 ribu per porsi, atau mungkin anda ingin membuat sendiri di rumah dengan menambahkan kreasi yang lain. Silahkan mencoba.
Sumber : Hendra/Timlo.net
Lihat juga:
Dim Sum
Sour Sally
Tampilkan postingan dengan label soto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label soto. Tampilkan semua postingan
Rabu, 01 Desember 2010
Selasa, 30 November 2010
Soto Umar yang enak
Salah satu yang layak Anda coba adalah Soto Betawi Umar Idris. Tak sulit menemui kedai yang satu ini. Dari perempatan Slipi, kedai ini ada di sebelah kanan, sekitar 100 meter jauhnya dari Hotel Santika.
Pasti ketemu, soalnya spanduk berwarna hijau ngejreng bertuliskan nama kedai ini tampak mentereng. Jadi, jangan khawatir Anda akan salah masuk ke warung betawi lainnya.
Sebagaimana layaknya kedai, penampilannya memang sederhana. Persis seperti kedai betawi kebanyakan, tidak ada ornamen yang mencolok. Yang ada adalah jajaran enam meja makan panjang yang masing-masing dikelilingi enam kursi.
Memang, tak ada juga pelayan yang menyambut. Jadi, kalau ke sini, pengunjung langsung menyerbu meja yang ada di pojok kedai. Di situ terhampar aneka gorengan: daging sapi, jeroan, babat, juga paru.
Selesai memilih, pelayan dengan sigap akan memotong-motong isi soto pilihan. Beres dengan aksinya, sejurus kemudian, pelayan akan menyiram isi soto dengan kuah putih yang panas. Ditambah dengan bawang goreng, daun seledri, emping, serta perasan jeruk limau.
Wah..., aroma soto langsung menguar tajam menusuk seluruh saraf perasa, membuat pembeli tak sabar ingin segera menyantapnya.
Tidak seperti kebanyakan soto betawi, Soto Umar Idris nihil potongan-potongan kentang dan tomat, lo. Bahkan, kuah juga tak terlalu pekat. “Ini yang membedakan kami dengan warung betawi kebanyakan,” ujar Budi Hanurawanto, anak Umar Idris yang menjadi penerus usaha. Maklum, meski mengusung nama soto betawi, keluarga Umar sejatinya asli Tegal. Walhasil, “Kami memang memadukan rasa betawi dengan tegal,” ujar Budi.
Meski begitu, rasa boleh diadu. Kuah yang encer tidak mengurangi rasa gurih yang tertinggal di rongga mulut. Paduan santan dan susu dalam takaran yang pas malah membuat kuah tidak berasa enek.
Kenikmatan makin lengkap saat mengunyah potongan daging. Empuk dan gurih! Sebagai pelengkap rasa, Anda bisa menambah keripik tempe atau perkedel yang tersedia di meja makan. Renyah keripik tempe akan membuat Anda tak berhenti menggoyang lidah untuk menandaskan semangkok soto dan sepiring nasi putih.
Jika tak suka mengudap daging sapi maupun jeroannya, Anda bisa menjumput daging ayam berikut ati ampela sebagai pilihan pengganti. Suwiran daging ayamnya juga empuk dan gurih. Tak kalah dengan potongan daging.
* Buka dari pagi sampai pagi lagi
Saban hari, kedai ini buka resmi mulai jam 8 pagi. Budi nyaris membuka kedai sepanjang hari. Dia baru tutup warung saat pagi menjemput, atau sekitar jam 4 pagi pada keesokan harinya. Makanya, ayah dua anak ini menerapkan sistem kerja shift alias bergantian bagi 7 karyawannya. “Separo masuk pagi sampai sore. Sisanya malam sampai pagi,” beber Budi.
Namun, jam paling sibuk kedai adalah saat makan siang, yakni mulai jam 11.00 sampai 14.00 siang. Banyak karyawan di sekitar Slipi, Petamburan, dan Tanah Abang menyerbu kedainya. Sementara, saat malam menjelang atau jam 19.00 sampai 20.00, kedai juga ramai. “Banyak karyawan mampir sebelum pulang,” cetus Budi.
Saat malam sampai dini hari, kedai menjadi langganan orang-orang yang suka melek sampai menjelang subuh.
Budi tak khawatir bakal kekurangan pasokan daging atau jeroan yang menjadi andalan dagangannya. Pemasok di bilangan Tanah Abang siap memenuhi kebutuhan kedai. “Bahan dijamin fresh dan pilihan, lo,” ujar dia berpromosi.
Hantaman krisis nyatanya ikut dirasakan Budi. “Ada penurunan pengunjung sekitar 30%,” ujar Budi yang tak mau menyebutkan jumlah pengunjung. Yang pasti, sepanjang hari, Budi menandaskan daging sapi sampai 30 kg. Omzet harian yang masuk ke kantong Budi sekitar Rp 4 juta sampai Rp 5 juta.
Kalau dipotong dengan ongkos produksi Rp 2,5 juta per hari, uang masuk ke kantong Budi tinggal Rp 1,5 juta sampai Rp 2,5 juta. “Itu belum termasuk untuk gaji karyawan, lo,” ujar Budi buru-buru.
Mungilnya omzet lantaran banderolan harga menu di kedai ini tergolong murah. Sepotong daging dengan ukuran dua jempol jari Rp 2.000. Pun begitu dengan jeroan. Satu paket lengkap dengan nasi hanya seharga Rp 13.000.
Sayangnya, dengan waktu buka tak terbatas, Budi hanya menyediakan satu menu: soto betawi. Minumannya pun tak banyak pilihan. Hanya ada teh dan jeruk. Toh, kedai ini telah bertahan sampai 40 tahun!
ALAMAT 'SOTO UMAR IDRIS':
Jl. KS Tubun 15 B Jakarta Pusat
Ph: 021 - 5367982
Sumber : umar idris-weekend.kontan.co.id
Lihat juga:
Wine
Sate
Pasti ketemu, soalnya spanduk berwarna hijau ngejreng bertuliskan nama kedai ini tampak mentereng. Jadi, jangan khawatir Anda akan salah masuk ke warung betawi lainnya.
Sebagaimana layaknya kedai, penampilannya memang sederhana. Persis seperti kedai betawi kebanyakan, tidak ada ornamen yang mencolok. Yang ada adalah jajaran enam meja makan panjang yang masing-masing dikelilingi enam kursi.
Memang, tak ada juga pelayan yang menyambut. Jadi, kalau ke sini, pengunjung langsung menyerbu meja yang ada di pojok kedai. Di situ terhampar aneka gorengan: daging sapi, jeroan, babat, juga paru.
Selesai memilih, pelayan dengan sigap akan memotong-motong isi soto pilihan. Beres dengan aksinya, sejurus kemudian, pelayan akan menyiram isi soto dengan kuah putih yang panas. Ditambah dengan bawang goreng, daun seledri, emping, serta perasan jeruk limau.
Wah..., aroma soto langsung menguar tajam menusuk seluruh saraf perasa, membuat pembeli tak sabar ingin segera menyantapnya.
Tidak seperti kebanyakan soto betawi, Soto Umar Idris nihil potongan-potongan kentang dan tomat, lo. Bahkan, kuah juga tak terlalu pekat. “Ini yang membedakan kami dengan warung betawi kebanyakan,” ujar Budi Hanurawanto, anak Umar Idris yang menjadi penerus usaha. Maklum, meski mengusung nama soto betawi, keluarga Umar sejatinya asli Tegal. Walhasil, “Kami memang memadukan rasa betawi dengan tegal,” ujar Budi.
Meski begitu, rasa boleh diadu. Kuah yang encer tidak mengurangi rasa gurih yang tertinggal di rongga mulut. Paduan santan dan susu dalam takaran yang pas malah membuat kuah tidak berasa enek.
Kenikmatan makin lengkap saat mengunyah potongan daging. Empuk dan gurih! Sebagai pelengkap rasa, Anda bisa menambah keripik tempe atau perkedel yang tersedia di meja makan. Renyah keripik tempe akan membuat Anda tak berhenti menggoyang lidah untuk menandaskan semangkok soto dan sepiring nasi putih.
Jika tak suka mengudap daging sapi maupun jeroannya, Anda bisa menjumput daging ayam berikut ati ampela sebagai pilihan pengganti. Suwiran daging ayamnya juga empuk dan gurih. Tak kalah dengan potongan daging.
* Buka dari pagi sampai pagi lagi
Saban hari, kedai ini buka resmi mulai jam 8 pagi. Budi nyaris membuka kedai sepanjang hari. Dia baru tutup warung saat pagi menjemput, atau sekitar jam 4 pagi pada keesokan harinya. Makanya, ayah dua anak ini menerapkan sistem kerja shift alias bergantian bagi 7 karyawannya. “Separo masuk pagi sampai sore. Sisanya malam sampai pagi,” beber Budi.
Namun, jam paling sibuk kedai adalah saat makan siang, yakni mulai jam 11.00 sampai 14.00 siang. Banyak karyawan di sekitar Slipi, Petamburan, dan Tanah Abang menyerbu kedainya. Sementara, saat malam menjelang atau jam 19.00 sampai 20.00, kedai juga ramai. “Banyak karyawan mampir sebelum pulang,” cetus Budi.
Saat malam sampai dini hari, kedai menjadi langganan orang-orang yang suka melek sampai menjelang subuh.
Budi tak khawatir bakal kekurangan pasokan daging atau jeroan yang menjadi andalan dagangannya. Pemasok di bilangan Tanah Abang siap memenuhi kebutuhan kedai. “Bahan dijamin fresh dan pilihan, lo,” ujar dia berpromosi.
Hantaman krisis nyatanya ikut dirasakan Budi. “Ada penurunan pengunjung sekitar 30%,” ujar Budi yang tak mau menyebutkan jumlah pengunjung. Yang pasti, sepanjang hari, Budi menandaskan daging sapi sampai 30 kg. Omzet harian yang masuk ke kantong Budi sekitar Rp 4 juta sampai Rp 5 juta.
Kalau dipotong dengan ongkos produksi Rp 2,5 juta per hari, uang masuk ke kantong Budi tinggal Rp 1,5 juta sampai Rp 2,5 juta. “Itu belum termasuk untuk gaji karyawan, lo,” ujar Budi buru-buru.
Mungilnya omzet lantaran banderolan harga menu di kedai ini tergolong murah. Sepotong daging dengan ukuran dua jempol jari Rp 2.000. Pun begitu dengan jeroan. Satu paket lengkap dengan nasi hanya seharga Rp 13.000.
Sayangnya, dengan waktu buka tak terbatas, Budi hanya menyediakan satu menu: soto betawi. Minumannya pun tak banyak pilihan. Hanya ada teh dan jeruk. Toh, kedai ini telah bertahan sampai 40 tahun!
ALAMAT 'SOTO UMAR IDRIS':
Jl. KS Tubun 15 B Jakarta Pusat
Ph: 021 - 5367982
Sumber : umar idris-weekend.kontan.co.id
Lihat juga:
Wine
Sate
Senin, 29 November 2010
Ayo Makan Dim Sum yang Halal
Salah satu jenis makanan China yang disukai adalah Dim Sum, sejenis hidangan yang penyajian semuanya di kukus , sangat menarik sekali setiap restoran yang menu utamanya menjual Dim Sum di depan kedai atau pun restaurannya di sett menggunakan alat steam ( kukus) yang di tata sangat cantik sekali. Setiap jenis Dim Sum di jual per paket biasanya untuk restaurant sedang di Brunai di jual B$ 10 untuk 5 jenis Dim Sum di Malaysia 25 ringgit dan di China saya pernah makan dengan harga 50 RMB/ yuan, dengan kuantiti sama 5 jenis Dim Sum.
Setiap jenis Dim Sum punya cita rasa tersendiri seperti Nori fish= isi ikan yang dilumatkan dicampur dengan jamur shiitake dan di bungkus menggunakan rumput laut. Caviar prawn = campuran daging ayam dan udang yang di bungkus kulit popia dan di atasnya di simpan telur ikan.ada juga sup ayam yang memakai rempah china dan ginseng dan yang paling saya sukai adalah kaki ayam yang lembut sampai ke tulang dengan bumbu memakai sos tiram dan minyak bijan dan kicap asin.
Tapi ada yang membuat menganjal satu saja Dim Sum banyak sekali memakai bahan yang non halal dan bahkan ramuan aslinya memang banyak sekali di campur dengan daging atau pun jeroan (maaf) babi.
Untuk di Brunai dan Malaysia sangat gampang sekali untuk mendapatkan dimsum yang halal karena restaurant non halal selalu di beri label ” bukan tempat untuk orang Islam ” jadi langsung kita bisa memilih yang lain tempat lain. Tapi di Singapore atau pun di China saya kerepotan sekali. Alhasil karena ingin mencoba Dim Sum di China saya pesan Dim Sum di restaurant Vegetarian yang menyajikan Dim Sum dari sayuran, tapi walau begitu tetap enak sekali.
Sumber : Tedi - wisata.kompasiana.com
Lihat juga:
Soto
Sushi
Setiap jenis Dim Sum punya cita rasa tersendiri seperti Nori fish= isi ikan yang dilumatkan dicampur dengan jamur shiitake dan di bungkus menggunakan rumput laut. Caviar prawn = campuran daging ayam dan udang yang di bungkus kulit popia dan di atasnya di simpan telur ikan.ada juga sup ayam yang memakai rempah china dan ginseng dan yang paling saya sukai adalah kaki ayam yang lembut sampai ke tulang dengan bumbu memakai sos tiram dan minyak bijan dan kicap asin.
Tapi ada yang membuat menganjal satu saja Dim Sum banyak sekali memakai bahan yang non halal dan bahkan ramuan aslinya memang banyak sekali di campur dengan daging atau pun jeroan (maaf) babi.
Untuk di Brunai dan Malaysia sangat gampang sekali untuk mendapatkan dimsum yang halal karena restaurant non halal selalu di beri label ” bukan tempat untuk orang Islam ” jadi langsung kita bisa memilih yang lain tempat lain. Tapi di Singapore atau pun di China saya kerepotan sekali. Alhasil karena ingin mencoba Dim Sum di China saya pesan Dim Sum di restaurant Vegetarian yang menyajikan Dim Sum dari sayuran, tapi walau begitu tetap enak sekali.
Sumber : Tedi - wisata.kompasiana.com
Lihat juga:
Soto
Sushi
Minggu, 28 November 2010
Delicacies of Dim Sum at Table8
Dim Sum? Hmm ... Who could resist? Dish that originated from southern China is indeed very popular in Jakarta and other Asian regions. Food all tiny, salty and sweet, made fresh and served steaming hot. Klakat served on bamboo and eat while menyerutup oolong tea.
If you are a fan of dim sum, stop this weekend at this restaurant. There are dozens of kinds of dim sum is served steaming hot. Warm atmosphere will make the event yum cha on the weekend so exciting and fun. Moreover, the price offered was absolutely fantastic. Cobain yuk!
That is the culture of the usual yum cha Chinese people from the Canton area. Enjoy the warmth of the dim sum, while chatting and drinking tea is routine in the morning until late afternoon. Activities yum cha or tea tasting is indeed well-liked by parents and now almost all ages like dim sum.
Dim sum has hundreds of species. Starting from the type of baked, fried until steaming. Dim sum-making material was also very diverse, as well as taste, from savory to sweet sticky sauce. Types of dim sum like siomai, hakau, bakpau, angsio chicken legs until the onde-onde is considered a popular dim sum.
If this weekend you want to taste the dim sum are special and unique with a different atmosphere, Table8 located in the basement of Hotel Mulia Senayan Jakarta could be an option. At the weekend a new Chinese restaurant Chinoiserie style offers a different choice of dim sum.
There are 28 types of dim sum on Saturdays and Sundays are served buffet and can be ordered a la carte. In addition to popular types of dim sum, there are many other unique dim sum. As Xiao Lung Pao, pouch-shaped dim sum and soup containing crab meat, Xian Xia Chang Fun, a thin sheet of dough with a stuffing of shrimp, or Tie Kuo, pan-fried chicken dumplings with meat filling.
If you like sweet dim sum, do not forget to book a winter melon, a round flat pie with lotus paste filling is legit. Or Cintoi, onde-onde a crispy skin with lotus paste filling is legit it seems. Crisp and make gentle swaying of the tongue, Tan tat Baked Egg Tart aka do not miss. Similarly, with steamed sponge layer caster, Steamed Layer Cake with custard, very soft on the tongue.
Especially for true lovers of dim sum, we recommend ordering Baked Pau, bakpau petite coated sweet crispy dough is baked with a savory stuffing chicken batter. Or Pau contains salted egg yolk mixture gently melt. Carrot cake is popular in Singapore as well not miss. In Table8, Pan-fried Radish Cake is stirred with a tasty sausage. Guaranteed to make the tongue could not stop chewing! Jakartacitydirectory.com (descendant / DTC)
Source: jakartacitydirectory.com
See also:
Soto
If you are a fan of dim sum, stop this weekend at this restaurant. There are dozens of kinds of dim sum is served steaming hot. Warm atmosphere will make the event yum cha on the weekend so exciting and fun. Moreover, the price offered was absolutely fantastic. Cobain yuk!
That is the culture of the usual yum cha Chinese people from the Canton area. Enjoy the warmth of the dim sum, while chatting and drinking tea is routine in the morning until late afternoon. Activities yum cha or tea tasting is indeed well-liked by parents and now almost all ages like dim sum.
Dim sum has hundreds of species. Starting from the type of baked, fried until steaming. Dim sum-making material was also very diverse, as well as taste, from savory to sweet sticky sauce. Types of dim sum like siomai, hakau, bakpau, angsio chicken legs until the onde-onde is considered a popular dim sum.
If this weekend you want to taste the dim sum are special and unique with a different atmosphere, Table8 located in the basement of Hotel Mulia Senayan Jakarta could be an option. At the weekend a new Chinese restaurant Chinoiserie style offers a different choice of dim sum.
There are 28 types of dim sum on Saturdays and Sundays are served buffet and can be ordered a la carte. In addition to popular types of dim sum, there are many other unique dim sum. As Xiao Lung Pao, pouch-shaped dim sum and soup containing crab meat, Xian Xia Chang Fun, a thin sheet of dough with a stuffing of shrimp, or Tie Kuo, pan-fried chicken dumplings with meat filling.
If you like sweet dim sum, do not forget to book a winter melon, a round flat pie with lotus paste filling is legit. Or Cintoi, onde-onde a crispy skin with lotus paste filling is legit it seems. Crisp and make gentle swaying of the tongue, Tan tat Baked Egg Tart aka do not miss. Similarly, with steamed sponge layer caster, Steamed Layer Cake with custard, very soft on the tongue.
Especially for true lovers of dim sum, we recommend ordering Baked Pau, bakpau petite coated sweet crispy dough is baked with a savory stuffing chicken batter. Or Pau contains salted egg yolk mixture gently melt. Carrot cake is popular in Singapore as well not miss. In Table8, Pan-fried Radish Cake is stirred with a tasty sausage. Guaranteed to make the tongue could not stop chewing! Jakartacitydirectory.com (descendant / DTC)
Source: jakartacitydirectory.com
See also:
Soto
Kamis, 25 November 2010
Soto Kuning Kesukaan
Soto kuning Bogor cukup banyak penggemarnya. Di kota hujan ini, banyak pula penjual soto ini menjajakan di pinggir jalan. Namun bila ingin merasakan yang paling enak, datangi Jalan Suryakencana (Surken) Bogor tepatnya Soto Pak Bongkok dan Pak Yusuf. Letaknya persis di perempatan jl. Roda, Gg. Aut, Suryakencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.
Soto ini dibuat dari kuah santan yang dibubuhi kunyit hingga kuning warnanya. Isinya berupa daging sapi dan jeroan yang diletakkan di atas wadah yang sudah dialasi daun pisang. Dengan besi yang diruncingkan, pembeli bisa memilih dan menusuk daging pilihan. Ada babat, lidah, daging, urat, dan usus. Setelah dipilih, tukang soto memotong-motong dalam ukuran serasi dan menatanya dalam mangkuk. Setelah dilengkapi kecap manis, irisan seledri, dan bawang goreng, daging sapi tadi disiram kuah soto nan panas. Enak sekali rasanya. Di situ disediakan juga emping goreng atau emping jengkol sebagai tambahan.
Tapi untuk bisa menikmati kenikmatan soto kuning Pak Bongkok ini, pengunjung harus datang jam 7 pagi, soalnya jam 10 sudah pasti habis. Apalagi bila hari Sabtu, Minggu, dan hari libur, pasti berebutan. Tak heran kalau Soto Pak Bongkok bisa menghabiskan 6 kg daging dan jerohan sapi seharinya.
Soto serupa bisa juga dinikmati sore hari pada pedagang yang lain. Letaknya masih di Jl. Suryakencana, di seberang Bank CIC. Penjualnya adalah Pak Iwan. Harganya sama dengan Pak Bongkok yakni antara Rp 1.500 - Rp. 3.000 atau tambah Rp 1.000 untuk nasinya.
Sama dengan Soto Pak Bongkok dan Pak Yusuf, di Soto Pak Iwan, pembeli juga harus rela antre kalau malam Minggu tiba. Soalnya bangku yang disediakan sangat terbatas. Bisa-bisa kalau kita datang pukul 19.00, sotonya sudah habis. Padahal Iwan, mulai membuka dagangannya baru pukul 17.00. Soto kuning paling enak ditemani emping jengkol. Jangan takut baunya, karena dengan pengolahan sedemikian rupa, rasa dan bau jengkol nyaris hilang. (*/unt)
Sumber: radar-bogor.co.id
Lihat juga:
Burger King
Sour Sally
Soto ini dibuat dari kuah santan yang dibubuhi kunyit hingga kuning warnanya. Isinya berupa daging sapi dan jeroan yang diletakkan di atas wadah yang sudah dialasi daun pisang. Dengan besi yang diruncingkan, pembeli bisa memilih dan menusuk daging pilihan. Ada babat, lidah, daging, urat, dan usus. Setelah dipilih, tukang soto memotong-motong dalam ukuran serasi dan menatanya dalam mangkuk. Setelah dilengkapi kecap manis, irisan seledri, dan bawang goreng, daging sapi tadi disiram kuah soto nan panas. Enak sekali rasanya. Di situ disediakan juga emping goreng atau emping jengkol sebagai tambahan.
Tapi untuk bisa menikmati kenikmatan soto kuning Pak Bongkok ini, pengunjung harus datang jam 7 pagi, soalnya jam 10 sudah pasti habis. Apalagi bila hari Sabtu, Minggu, dan hari libur, pasti berebutan. Tak heran kalau Soto Pak Bongkok bisa menghabiskan 6 kg daging dan jerohan sapi seharinya.
Soto serupa bisa juga dinikmati sore hari pada pedagang yang lain. Letaknya masih di Jl. Suryakencana, di seberang Bank CIC. Penjualnya adalah Pak Iwan. Harganya sama dengan Pak Bongkok yakni antara Rp 1.500 - Rp. 3.000 atau tambah Rp 1.000 untuk nasinya.
Sama dengan Soto Pak Bongkok dan Pak Yusuf, di Soto Pak Iwan, pembeli juga harus rela antre kalau malam Minggu tiba. Soalnya bangku yang disediakan sangat terbatas. Bisa-bisa kalau kita datang pukul 19.00, sotonya sudah habis. Padahal Iwan, mulai membuka dagangannya baru pukul 17.00. Soto kuning paling enak ditemani emping jengkol. Jangan takut baunya, karena dengan pengolahan sedemikian rupa, rasa dan bau jengkol nyaris hilang. (*/unt)
Sumber: radar-bogor.co.id
Lihat juga:
Burger King
Sour Sally
Rabu, 24 November 2010
Marissa like Ice cream
Presenter Marissa Nasution (24), really like Ice cream. Start small to adult tastes now it has not changed. "I really like Ice cream," he said when met at the Dragon Fly, Gatot Subroto, yesterday (11/11).
Due to the Ice cream is her favorite, Marissa was chosen as the brand ambassador one of Wall's products. When asked who first gave him Ice cream, a former boyfriend Daniel Mananta replied the mother. "Mama who like to love and live like it. It seemed when I eat ice cream, melting instantly bad mood, "he continued.
Because of that habit, she always has a supply of ice cream at home. If you're tired of working or want to relax, he could enjoy ice cream without having to buy at the mall. Often eating ice cream did not make women who are doing business these shoes fear of fat. "I do not fear. When talking about fat issues, live sport, "he said.
Although almost every day to eat dairy menu, Marissa always find its own preoccupations in each Ice cream. "Believe it can not, I always feel the sensation at first bite Ice cream. If it were so, the time will add more happy happy. If you're sad too suddenly become happy, "he said.
It was proved when he was fighting with her boyfriend, Rafael. Resentment in the hearts of lost it immediately after eating his favorite. Similarly, when the Insert presenter was annoyed with her boyfriend. If it is brought ice cream, he's so easily persuaded. "Anyway, so nice deh when eating ice cream. Luggage so happy to continue, "he said.
Source: jan/c10/ayi/jpn - hariansumutpos.com
See also:
Wine
Soto
Due to the Ice cream is her favorite, Marissa was chosen as the brand ambassador one of Wall's products. When asked who first gave him Ice cream, a former boyfriend Daniel Mananta replied the mother. "Mama who like to love and live like it. It seemed when I eat ice cream, melting instantly bad mood, "he continued.
Because of that habit, she always has a supply of ice cream at home. If you're tired of working or want to relax, he could enjoy ice cream without having to buy at the mall. Often eating ice cream did not make women who are doing business these shoes fear of fat. "I do not fear. When talking about fat issues, live sport, "he said.
Although almost every day to eat dairy menu, Marissa always find its own preoccupations in each Ice cream. "Believe it can not, I always feel the sensation at first bite Ice cream. If it were so, the time will add more happy happy. If you're sad too suddenly become happy, "he said.
It was proved when he was fighting with her boyfriend, Rafael. Resentment in the hearts of lost it immediately after eating his favorite. Similarly, when the Insert presenter was annoyed with her boyfriend. If it is brought ice cream, he's so easily persuaded. "Anyway, so nice deh when eating ice cream. Luggage so happy to continue, "he said.
Source: jan/c10/ayi/jpn - hariansumutpos.com
See also:
Wine
Soto
Senin, 22 November 2010
Cara membuat Soto Ikan Pari
Kamu tau Ikan Pari? Tahukah kalau jenis ikan ini bisa dimasak berbagai macam jenis makanan dan salah satunya adalah Soto Ikan pari? Penasaran dengan rasanya? Berikut akan dijelaskan mengenai resep bahan-bahan dan cara membuat Soto Ikan Pari.
Bahan:
2 sdm minyak untuk menumis
1 lbr daun salam
3 lbr daun jeruk
2 btg serai, memarkan
750 ml santan
250 gr ikan asap
100 gr daun melinjo
1 bh tomat, potong-potong
Haluskan:
4 bh bawang merah
2 siung bawang putih
3 btr kemiri
1 sdt ketumbar
½ sdt lada
5 btr jinten
1 cm jahe
1 cm kunyit
1 cm lengkuas
1 sdt garam
Cara membuat:
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, masukkan daun salam, daun jeruk, dan serai. Masak sampai bumbu matang dan harum.
2. Masukkan santan, masak sampai mendidih.
3. Tambahkan potongan ikan asap, daun melinjo, dan tomat. Masak sampai semua bahan matang.
Untuk 6 orang
Sumber : Nuraini W - Klub Nova- female.kompas.com
Lihat juga :
Burger King
Sate
Bahan:
2 sdm minyak untuk menumis
1 lbr daun salam
3 lbr daun jeruk
2 btg serai, memarkan
750 ml santan
250 gr ikan asap
100 gr daun melinjo
1 bh tomat, potong-potong
Haluskan:
4 bh bawang merah
2 siung bawang putih
3 btr kemiri
1 sdt ketumbar
½ sdt lada
5 btr jinten
1 cm jahe
1 cm kunyit
1 cm lengkuas
1 sdt garam
Cara membuat:
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, masukkan daun salam, daun jeruk, dan serai. Masak sampai bumbu matang dan harum.
2. Masukkan santan, masak sampai mendidih.
3. Tambahkan potongan ikan asap, daun melinjo, dan tomat. Masak sampai semua bahan matang.
Untuk 6 orang
Sumber : Nuraini W - Klub Nova- female.kompas.com
Lihat juga :
Burger King
Sate
Minggu, 21 November 2010
Uniknya Soto Bakso
Berbagai jenis Soto mungkin sudah biasa dijumpai di pelosok Nusantara, sebagai salah satu hidangan berkuah dengan berbagai variasi menu pilihan seperti soto ayam, daging, dan babat.
Berbeda halnya dengan penyajian jenis soto yang disajikan di warung Pak Saeton yang terletak di Jalan Barong 156, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.
Soto ini disajikan dengan campuran bakso, orang Banyuwangi biasa menyebutnya soto bakso. Bentuk penyajiannya pun sama dengan soto dan bakso pada umumnya, dengan pelengkap mi dan bihun, sedikit bawang goreng dan seledri yang kemudian dicampur kuah soto bakso.
Gambaran yang terlihat menonjol dalam penyajian makanan ini memang warna kuning soto, sehingga kalau dilihat seperti jenis soto pada umumnya.
Orang baru bisa bilang beda, jika sudah merasakan hidangan tersebut. Rasanya, tidak kalah nikmat dengan soto ayam, daging, ataupun babat.
Pertama saat menikmati soto bakso yang terasa menonjol kuahnya, rasanya begitu luar biasa seperti makan bakso yang dicampur soto. Penggabungan kuah soto dan bakso itu begitu melekat dilidah, sehingga menciptakan kelezatan bagi penikmatnya.
Kenikmatan itu ditambah dengan sajian pentol daging, ceker ayam, kepala ayam, dan balungan sapi yang dicampur jeroan.
Bagi penikmat tidak harus memilih semua menu pelengkap soto bakso karena makanan ini bakal membuat perut ekstra kenyang, tetapi pembeli biasa mencampur menu sesuai selera.
Biasanya mereka mencampur soto bakso antara pentol daging ditambah ceker dan kepala ayam, ada juga pembeli yang hanya ingin menikmati balungan bercampur jeroan sapi.
Soto bakso ini bisa disantap dengan nasi ataupun lontong.
Rahasia kenikmatan soto bakso ini berasal dari kuahnya, perpaduan bumbu soto yang di antaranya terdiri dari sere, kunir, laos, jahe, bawang putih, bawang merah, merica, dicampur dengan kuah kaldu bakso yang berasal dari rendaman balungan dan daging sapi.
Setiap hari pemilik warung selalu menyiapkan kepala ayam 10 kilogram, dan ceker ayam 10 kg, daging untuk membuat pentol 14 kg, dan balungan sapi hingga 20 kg.
Hasilnya, hampir setiap hari warung Pak Saeton yang buka mulai pukul 11.00 - 17.00 WIB selalu penuh dengan pengunjung, bahkan setiap hari biasanya bisa menghabiskan hingga 700 mangkok.
Untuk harga soto bakso per porsi sesuai dengan banyaknya menu yang dipilih. Untuk menu biasa, pentol dicampur ceker dan kepala ayam, pembeli cukup membayar Rp5 ribu.
Bentuk keberhasilan Pak Saeton memadukan dua rasa bakso dan soto menjadi soto bakso semula sempat diragukan, apa nanti produk olahannya bisa diterima di masyarakat. Apalagi umumnya lidah masyarakat Banyuwangi begitu peka dengan setiap masakan.
"Orang Banyuwangi itu selalu memilih dan cerewet dengan masakan, apabaila masakan tidak enak, ya daganganya tidak laku dijual," kata pria kelahiran 68 tahun silam ini.
Menurut Pak Saeton ketika itu ide tersebut muncul karena ingin membuat menu yang berbeda, baik bagi hobi penikmat kuliner bakso maupun soto. Jadi orang bisa merasakan kedua makanan tersebut, soto sekaligus bakso.
Semula memang begitu aneh didengar bakso dicampur soto, karena selama ini di Banyuwangi hanya dikenal rujak soto, namun karena ingin beda, Pak Saeton mencoba nekad melakukan terobosan mencapur keduanya.
Pertama buka usaha pada tahun 1971 warung soto bakso belum banyak dikenal dan diketahui masyarakat "Bumi Blambangan". Namun, lambat laun warung tersebut mulai banyak dikunjungi pembeli.
"Pertama buka warung sepi, warung mulai ramai pembeli itu karena disebarkan dari mulut ke mulut dari orang orang yang sudah mencobanya," paparnya.
Kini perjuangan menciptakan menu berbeda memadukan soto dan bakso yang dimulai sejak 39 tahun silam yang dilakukan Pak Saeton tidak sia-sia, bahkan tidak hanya dikenal oleh warga Banyuwangi, namun warga luar, seperti dari Jakarta, Malang, Surabaya juga seringkali mampir untuk menikmati soto bakso Pak Saeton.
Ramainya pembeli yang mampir ke warungnya menjadikan hasil omset penjualannya per hari bisa memperoleh keuntungan mencapai Rp3,5 juta.
Sumber : Fachrur Rozi - antarajatim.com
Lihat juga :
Hanamasa
Sate
Berbeda halnya dengan penyajian jenis soto yang disajikan di warung Pak Saeton yang terletak di Jalan Barong 156, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.
Soto ini disajikan dengan campuran bakso, orang Banyuwangi biasa menyebutnya soto bakso. Bentuk penyajiannya pun sama dengan soto dan bakso pada umumnya, dengan pelengkap mi dan bihun, sedikit bawang goreng dan seledri yang kemudian dicampur kuah soto bakso.
Gambaran yang terlihat menonjol dalam penyajian makanan ini memang warna kuning soto, sehingga kalau dilihat seperti jenis soto pada umumnya.
Orang baru bisa bilang beda, jika sudah merasakan hidangan tersebut. Rasanya, tidak kalah nikmat dengan soto ayam, daging, ataupun babat.
Pertama saat menikmati soto bakso yang terasa menonjol kuahnya, rasanya begitu luar biasa seperti makan bakso yang dicampur soto. Penggabungan kuah soto dan bakso itu begitu melekat dilidah, sehingga menciptakan kelezatan bagi penikmatnya.
Kenikmatan itu ditambah dengan sajian pentol daging, ceker ayam, kepala ayam, dan balungan sapi yang dicampur jeroan.
Bagi penikmat tidak harus memilih semua menu pelengkap soto bakso karena makanan ini bakal membuat perut ekstra kenyang, tetapi pembeli biasa mencampur menu sesuai selera.
Biasanya mereka mencampur soto bakso antara pentol daging ditambah ceker dan kepala ayam, ada juga pembeli yang hanya ingin menikmati balungan bercampur jeroan sapi.
Soto bakso ini bisa disantap dengan nasi ataupun lontong.
Rahasia kenikmatan soto bakso ini berasal dari kuahnya, perpaduan bumbu soto yang di antaranya terdiri dari sere, kunir, laos, jahe, bawang putih, bawang merah, merica, dicampur dengan kuah kaldu bakso yang berasal dari rendaman balungan dan daging sapi.
Setiap hari pemilik warung selalu menyiapkan kepala ayam 10 kilogram, dan ceker ayam 10 kg, daging untuk membuat pentol 14 kg, dan balungan sapi hingga 20 kg.
Hasilnya, hampir setiap hari warung Pak Saeton yang buka mulai pukul 11.00 - 17.00 WIB selalu penuh dengan pengunjung, bahkan setiap hari biasanya bisa menghabiskan hingga 700 mangkok.
Untuk harga soto bakso per porsi sesuai dengan banyaknya menu yang dipilih. Untuk menu biasa, pentol dicampur ceker dan kepala ayam, pembeli cukup membayar Rp5 ribu.
Bentuk keberhasilan Pak Saeton memadukan dua rasa bakso dan soto menjadi soto bakso semula sempat diragukan, apa nanti produk olahannya bisa diterima di masyarakat. Apalagi umumnya lidah masyarakat Banyuwangi begitu peka dengan setiap masakan.
"Orang Banyuwangi itu selalu memilih dan cerewet dengan masakan, apabaila masakan tidak enak, ya daganganya tidak laku dijual," kata pria kelahiran 68 tahun silam ini.
Menurut Pak Saeton ketika itu ide tersebut muncul karena ingin membuat menu yang berbeda, baik bagi hobi penikmat kuliner bakso maupun soto. Jadi orang bisa merasakan kedua makanan tersebut, soto sekaligus bakso.
Semula memang begitu aneh didengar bakso dicampur soto, karena selama ini di Banyuwangi hanya dikenal rujak soto, namun karena ingin beda, Pak Saeton mencoba nekad melakukan terobosan mencapur keduanya.
Pertama buka usaha pada tahun 1971 warung soto bakso belum banyak dikenal dan diketahui masyarakat "Bumi Blambangan". Namun, lambat laun warung tersebut mulai banyak dikunjungi pembeli.
"Pertama buka warung sepi, warung mulai ramai pembeli itu karena disebarkan dari mulut ke mulut dari orang orang yang sudah mencobanya," paparnya.
Kini perjuangan menciptakan menu berbeda memadukan soto dan bakso yang dimulai sejak 39 tahun silam yang dilakukan Pak Saeton tidak sia-sia, bahkan tidak hanya dikenal oleh warga Banyuwangi, namun warga luar, seperti dari Jakarta, Malang, Surabaya juga seringkali mampir untuk menikmati soto bakso Pak Saeton.
Ramainya pembeli yang mampir ke warungnya menjadikan hasil omset penjualannya per hari bisa memperoleh keuntungan mencapai Rp3,5 juta.
Sumber : Fachrur Rozi - antarajatim.com
Lihat juga :
Hanamasa
Sate
Senin, 15 November 2010
Cowboy Steak & Cocktails in Prague
Cowboys Steak & Cocktails is one of Prague's premier steakhouses, serving excellent cuisine and fine wines in the historic Lesser Town (Mala Strana) area of the city.
Cowboys is set in spacious 17th century cellars. Clever lighting and large mirrors bring out the contours in the exposed brickwork, while leather and cowhide upholstery provide comfortable seating in a modern, open plan environment.
Cowboys menu features fine cuts of meat shipped from Uruguay, Brazil and the USA.
Starters include tiger prawns, grilled octopus and crispy chicken strips. Amongst the desserts are good American homemade cheesecakes and chocolate fondants.
The wine list is extensive, and includes a number of expensive international wines. Although, there are some fine Czech wines at the lower end too. Whatever you order should be good - Cowboys has its own dedicated wine buyer.
The atmosphere at Cowboys is relaxed. The background tunes are kept low to allow for conversation. There is also an in-house cocktail bar, which gets lively at weekends. This is ideal for a drink before or after dinner, with a range of cocktails and shots to choose from.
From April to September guests can dine on the heated rooftop terrace, which offers exceptional panoramic views over Prague. This makes Cowboys a fine stop for lunch after a visit to Prague Castle, or for dinner to admire the beauty of Prague as dusk rolls in and the city lights up. For colder nights, the terrace has a heated conservatory area.
Cowboys is a good restaurant and worth a visit even for those not staying in the Lesser Town area. It is a ten minute stroll from Charles Bridge up Nerudova street, in the direction of Prague Castle.
Cowboys is more than a steakhouse. The menu is varied and appeals to groups of all tastes and ages, for leisure and for business. In warmer months the rooftop terrace adds another dimension. This is a great place for a group get-together. Advance reservations are essential. (pragueexperience.com)
See also:
Hanamasa
Soto
Cowboys is set in spacious 17th century cellars. Clever lighting and large mirrors bring out the contours in the exposed brickwork, while leather and cowhide upholstery provide comfortable seating in a modern, open plan environment.
Cowboys menu features fine cuts of meat shipped from Uruguay, Brazil and the USA.
Starters include tiger prawns, grilled octopus and crispy chicken strips. Amongst the desserts are good American homemade cheesecakes and chocolate fondants.
The wine list is extensive, and includes a number of expensive international wines. Although, there are some fine Czech wines at the lower end too. Whatever you order should be good - Cowboys has its own dedicated wine buyer.
The atmosphere at Cowboys is relaxed. The background tunes are kept low to allow for conversation. There is also an in-house cocktail bar, which gets lively at weekends. This is ideal for a drink before or after dinner, with a range of cocktails and shots to choose from.
From April to September guests can dine on the heated rooftop terrace, which offers exceptional panoramic views over Prague. This makes Cowboys a fine stop for lunch after a visit to Prague Castle, or for dinner to admire the beauty of Prague as dusk rolls in and the city lights up. For colder nights, the terrace has a heated conservatory area.
Cowboys is a good restaurant and worth a visit even for those not staying in the Lesser Town area. It is a ten minute stroll from Charles Bridge up Nerudova street, in the direction of Prague Castle.
Cowboys is more than a steakhouse. The menu is varied and appeals to groups of all tastes and ages, for leisure and for business. In warmer months the rooftop terrace adds another dimension. This is a great place for a group get-together. Advance reservations are essential. (pragueexperience.com)
See also:
Hanamasa
Soto
Minggu, 14 November 2010
Chardonnay, si Wine Putih
Chardonnay yang paling populer di dunia Wine Putih, dengan lebih dari 300.000 hektar ditanam, 100.000 di California saja. tanah air Ini adalah wilayah Burgundy Perancis, di mana ia menghasilkan luhur, Wines tabel kompleks (di Champagne dan tempat lain memberikan dasar bagi banyak anggur terbaik di dunia gemerlap), tetapi juga berkembang di California, Australia, Selandia Baru, Chili, Argentina dan Afrika Selatan.
Chardonnay merupakan varietas unggul yang baik-tunas awal musim dan juga matang relatif dini, dengan kulit tipis sehingga rentan terhadap membusuk dari hujan awal. Yang chardonnays terbaik berasal dari iklim dingin seperti Burgundi atau California Carneros Distrik, tetapi juga berbagai beradaptasi dengan baik ke daerah lebih hangat seperti Australia. Chardonnay matang mudah dan menghasilkan anggur menengah-ke-bertubuh penuh dengan apel kaya, jeruk, dan aroma buah-buahan tropis dan rasa. Meskipun dapat vinified sebagai anggur, quaffing fruity renyah, yang terbaik, paling chardonnays kompleks, seperti di Burgundy, yang difermentasi dalam tong-tong kayu ek kecil dan meletakkan melalui fermentasi, sekunder malolactic, yang menanamkan bakar, karakteristik mentega baik aroma anggur dan rasa.
Chardonnay bukan makanan khususnya serbaguna Anggur dan yang terbaik adalah dipasangkan dengan seafood sederhana dan hidangan unggas. (Drinkwine)
Lihat juga:
Soto
Ice cream
Chardonnay merupakan varietas unggul yang baik-tunas awal musim dan juga matang relatif dini, dengan kulit tipis sehingga rentan terhadap membusuk dari hujan awal. Yang chardonnays terbaik berasal dari iklim dingin seperti Burgundi atau California Carneros Distrik, tetapi juga berbagai beradaptasi dengan baik ke daerah lebih hangat seperti Australia. Chardonnay matang mudah dan menghasilkan anggur menengah-ke-bertubuh penuh dengan apel kaya, jeruk, dan aroma buah-buahan tropis dan rasa. Meskipun dapat vinified sebagai anggur, quaffing fruity renyah, yang terbaik, paling chardonnays kompleks, seperti di Burgundy, yang difermentasi dalam tong-tong kayu ek kecil dan meletakkan melalui fermentasi, sekunder malolactic, yang menanamkan bakar, karakteristik mentega baik aroma anggur dan rasa.
Chardonnay bukan makanan khususnya serbaguna Anggur dan yang terbaik adalah dipasangkan dengan seafood sederhana dan hidangan unggas. (Drinkwine)
Lihat juga:
Soto
Ice cream
Jumat, 12 November 2010
Cara Membuat Soto Daging
Resep membuat Soto Daging
Bahan:
1. 250 gram daging sapi, dipotong dadu.
2. 3500 ml air.
3. 100 gram babat, direbus, dipotong dadu.
4. 100 gram usus, direbus, dipotong dadu.
5. 100 gram paru, direbus, dipotong dadu.
6. 3 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan.
7. 3 lembar daun jeruk, dibuang tulangnnya.
8. 1 sdm garam.
9. 2 sdt gula pasir.
10. 2 batang daun bawang, dipotong 1 cm.
11. 3 sdm minyak goreng untuk menumis.
12. 2 sdm bawang merah goreng untuk taburan.
Bumbu Halus.
1. 8 siung bawang merah.
2. 4 siung bawang putih.
3. 4 cm kunyit dibakar.
4. 4 butir kemiri, disangrai.
5. 2 cm jahe.
6. 1 sdt merica butiran, disangrai.
7. 2 sdt ketumbar.
Cara Membuat:
1. Rebus daging dalam air sampai matang, saring kaldu nya, didihkan lagi. Masukkan daging, babat, usus dan paru, masak sampai mendidih.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai dan daun jeruk sampai harum, tuang ke rebusan daging.
3. Masukkan garam, gula pasir, masak sampai matang. Tambahkan daun bawang, aduk rata.
4. Sajikan dengan taburan bawang merah goreng. (nusa cooking)
Lihat juga :
Sour Sally
Burger King
Bahan:
1. 250 gram daging sapi, dipotong dadu.
2. 3500 ml air.
3. 100 gram babat, direbus, dipotong dadu.
4. 100 gram usus, direbus, dipotong dadu.
5. 100 gram paru, direbus, dipotong dadu.
6. 3 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan.
7. 3 lembar daun jeruk, dibuang tulangnnya.
8. 1 sdm garam.
9. 2 sdt gula pasir.
10. 2 batang daun bawang, dipotong 1 cm.
11. 3 sdm minyak goreng untuk menumis.
12. 2 sdm bawang merah goreng untuk taburan.
Bumbu Halus.
1. 8 siung bawang merah.
2. 4 siung bawang putih.
3. 4 cm kunyit dibakar.
4. 4 butir kemiri, disangrai.
5. 2 cm jahe.
6. 1 sdt merica butiran, disangrai.
7. 2 sdt ketumbar.
Cara Membuat:
1. Rebus daging dalam air sampai matang, saring kaldu nya, didihkan lagi. Masukkan daging, babat, usus dan paru, masak sampai mendidih.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai dan daun jeruk sampai harum, tuang ke rebusan daging.
3. Masukkan garam, gula pasir, masak sampai matang. Tambahkan daun bawang, aduk rata.
4. Sajikan dengan taburan bawang merah goreng. (nusa cooking)
Lihat juga :
Sour Sally
Burger King
Rabu, 10 November 2010
Soto Banjar dari Makassar
Sepiring Soto banjar dengan rasa istimewa, yang tentu menggoyang lidah, bisa Anda nikmati di warung makan Soto Banjar Pos di Jalan WR Supratman, Makassar. Apa yang beda dengan Soto banjar lain. Sajian dan rasanya, yang tentu dipengaruhi campuran bumbu-bumbunya.
Lazimnya Soto apa pun, seperti Soto ayam atau Soto banjar, hanya ditambahkan sepotong atau satu buah telur rebus. Tapi di Soto Banjar Pos, satu porsi Sotonya ada dua buah telur. Yang satunya telur rebus, dan satunya lagi telur ceplok setengah matang.
Selain itu, rasa gurih kuahnya beda karena tidak ditambahkan dengan rempah kapulaga. Padahal kapulaga ini adalah campuran bumbu pada Soto yang aslinya dari Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kapulaga juga adalah campuran bumbu untuk membuat jamu.
Kuahnya hanya ditambahkan bawang putih, bawang merah, jahe, merica, serai dan pala yang dihaluskan. Kata Ardiansyah, pemilik warung, rasa dan variasi menu Soto banjar di warungnya ini memang disesuaikan dengan lidah orang Makassar. “Rasanya kalau dicampur kapulaga banyak orang sini yang kurang suka. Lalu kami juga terima masukan Soto lebih enak jika ditambahkan telur setengah matang,” ujarnya.
Tak hanya itu, ayam yang dicampur ke dalam Soto juga sesuai dengan selera warga kota Anging Mammiri, yaitu ayam kampung yang rasa dagingnya lebih padat. Telurnya juga telur ayam kampung. Selain variasi tadi, campuran lainnya ada kentang goreng yang bentuknya dipotong-potong bulat agak besar sehingga rasanya lebuh berisi. Lalu ada lontong dan soun. Soto tak lupa ditaburi bawang goreng dan daun sup.
Rasa kuah yang gurih semakin mantap dengan tambahan sedikit garam, kecap, sambal tumis, dan sepotong jeruk nipis. Pas untuk menu makan siang.
Warung Makan Soto Banjar Pos ini memang sudah sangat popular di kota ini. “Ke mana-mana kalau orang nyari Soto Banjar pasti ke sini,” ujar Ardiansyah.
Tak heran, Selasa (21/9) siang itu, warung yang muat untuk sekitar 40 orang itu terlihat penuh. Bahkan, salah seorang ibu memesan tujuh porsi Soto banjar. Pengunjung lainnya, Syamsul Marlin, yang baru mencicipi rasa Soto banjar di sini merasa sangat puas dengan rasanya. “Enak. Rasanya unik. Karena ada telur setengah matang di dalamnya,” ujar dia.
Warung Soto Banjar Pos telah ada sejak tahun 1969. Ini adalah usaha turun-temurun dari kakek Ardiansyah yang bernama Syahran Bai, yang saat itu datang ke Makassar untuk merantau. Awalnya, Soto yang dibuat dengan rasa asli Banjar. Tapi lama-kelamaan ia menyesuaikan dengan selera warga Makassar. Warung ini memang telah menjadi langganan setiap kalangan. Bahkan, kata Ardiansyah berbagai pejabat juga sering makan di tempatnya, seperti Pak Gubernur, Wali Kota, dan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Makassar.
Rasa uniknya sangat kental dengan telur ceplok yang sangat nikmat disantap saat menyatu dengan kuahnya. Kata Ardiansyah, banyak juga pelanggannya yang memesan porsi istimewa, yaitu dengan tambahan telur ceplok dua hingga empat buah, termasuk para pejabat-pejabat ini. “Sepertinya mereka merasa segar habis makan porsi dengan banyak telur setengah matang. Karena itu kan berkhasiat menambah tenaga. Makanya pas dimakan saat lagi capek,” ujar Ardiansyah.
Menimati Soto banjar dengan rasa Makassar ini tak rugi dengan harga yang disajikan. Karena seporsi benar-benar akan membuat Anda kenyang. Untuk satu porsi dengan dua buah telur, harganya Rp 22 ribu. Tapi jika ditambah telur lagi, harganya ditambah Rp 2.500 untuk setiap buah telurnya. (SUKMAWATI - Tempo Interaktif)
Lihat juga :
Sour Sally
Steak
Lazimnya Soto apa pun, seperti Soto ayam atau Soto banjar, hanya ditambahkan sepotong atau satu buah telur rebus. Tapi di Soto Banjar Pos, satu porsi Sotonya ada dua buah telur. Yang satunya telur rebus, dan satunya lagi telur ceplok setengah matang.
Selain itu, rasa gurih kuahnya beda karena tidak ditambahkan dengan rempah kapulaga. Padahal kapulaga ini adalah campuran bumbu pada Soto yang aslinya dari Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kapulaga juga adalah campuran bumbu untuk membuat jamu.
Kuahnya hanya ditambahkan bawang putih, bawang merah, jahe, merica, serai dan pala yang dihaluskan. Kata Ardiansyah, pemilik warung, rasa dan variasi menu Soto banjar di warungnya ini memang disesuaikan dengan lidah orang Makassar. “Rasanya kalau dicampur kapulaga banyak orang sini yang kurang suka. Lalu kami juga terima masukan Soto lebih enak jika ditambahkan telur setengah matang,” ujarnya.
Tak hanya itu, ayam yang dicampur ke dalam Soto juga sesuai dengan selera warga kota Anging Mammiri, yaitu ayam kampung yang rasa dagingnya lebih padat. Telurnya juga telur ayam kampung. Selain variasi tadi, campuran lainnya ada kentang goreng yang bentuknya dipotong-potong bulat agak besar sehingga rasanya lebuh berisi. Lalu ada lontong dan soun. Soto tak lupa ditaburi bawang goreng dan daun sup.
Rasa kuah yang gurih semakin mantap dengan tambahan sedikit garam, kecap, sambal tumis, dan sepotong jeruk nipis. Pas untuk menu makan siang.
Warung Makan Soto Banjar Pos ini memang sudah sangat popular di kota ini. “Ke mana-mana kalau orang nyari Soto Banjar pasti ke sini,” ujar Ardiansyah.
Tak heran, Selasa (21/9) siang itu, warung yang muat untuk sekitar 40 orang itu terlihat penuh. Bahkan, salah seorang ibu memesan tujuh porsi Soto banjar. Pengunjung lainnya, Syamsul Marlin, yang baru mencicipi rasa Soto banjar di sini merasa sangat puas dengan rasanya. “Enak. Rasanya unik. Karena ada telur setengah matang di dalamnya,” ujar dia.
Warung Soto Banjar Pos telah ada sejak tahun 1969. Ini adalah usaha turun-temurun dari kakek Ardiansyah yang bernama Syahran Bai, yang saat itu datang ke Makassar untuk merantau. Awalnya, Soto yang dibuat dengan rasa asli Banjar. Tapi lama-kelamaan ia menyesuaikan dengan selera warga Makassar. Warung ini memang telah menjadi langganan setiap kalangan. Bahkan, kata Ardiansyah berbagai pejabat juga sering makan di tempatnya, seperti Pak Gubernur, Wali Kota, dan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Makassar.
Rasa uniknya sangat kental dengan telur ceplok yang sangat nikmat disantap saat menyatu dengan kuahnya. Kata Ardiansyah, banyak juga pelanggannya yang memesan porsi istimewa, yaitu dengan tambahan telur ceplok dua hingga empat buah, termasuk para pejabat-pejabat ini. “Sepertinya mereka merasa segar habis makan porsi dengan banyak telur setengah matang. Karena itu kan berkhasiat menambah tenaga. Makanya pas dimakan saat lagi capek,” ujar Ardiansyah.
Menimati Soto banjar dengan rasa Makassar ini tak rugi dengan harga yang disajikan. Karena seporsi benar-benar akan membuat Anda kenyang. Untuk satu porsi dengan dua buah telur, harganya Rp 22 ribu. Tapi jika ditambah telur lagi, harganya ditambah Rp 2.500 untuk setiap buah telurnya. (SUKMAWATI - Tempo Interaktif)
Lihat juga :
Sour Sally
Steak
Siapa tak kenal Soto?
Siapa yang tak kenal hidangan Soto? Di setiap daerah di Indonesia, umumnya terdapat makanan berkuah ini. Sebut saja ada Soto Betawi, Soto Lamongan, Soto Sokaraja, Soto Kudus, Soto Betawi, Soto Banjar, Soto Makassar (Coto), Soto Pekalongan (Tauto), Soto Madura, Soto Bandung, Soto Sokaraja, dan Soto Padang.
Asal mula masakan berkuah tercipta pertama kali bisa dibilang masih simpang siur. Bukti antropologis menyebutkan Soto sebagai sajian berkuah, yang dikonsumsi bersama nasi, kemungkinan berawal dari Jawa Tengah sekitar abad pertengahan 18. Awalnya adalah masakan Cina yang melebur dengan tradisi kaum imigran, pedagang, dan pengelana dari berbagai budaya sehingga muncul masakan Soto di tiap-tiap daerah.
Menurut buku karya Dennys Lombard (Nusa Jawa: Silang Budaya), disebutkan asal mula Soto adalah makanan Cina bernama Caudo, yang pertama kali populer di wilayah Semarang. Dari Caudo lambat laun menjadi Soto.
Chef Dosniroha Sitompul, mengungkapkan masing-masing daerah mempunyai filosofi tersendiri dalam hal masakan berkuah ini. Filosofi itu bisa tergantung di mana Soto pertama kali diciptakan, dan isi dalam Soto itu. Misalnya saja Soto Bangkong, bukan berarti Soto itu berisi daging katak. Namun, nama Soto Bangkong tercipta karena berasal dari sebuah kampung di Semarang.
"Arti nama Soto dan isi dalam Soto tidak selamanya sama," kata Chef Dosniroha kepada VIVAnews pada acara Seminar Batik dan Festival Kuliner di Kampus Atmajaya, Sabtu, 25 Oktober lalu.
Lain lagi dengan Soto Tangkar yang berasal dari Betawi. Pada zaman dulu, masyarakat Betawi susah untuk membeli daging. Alhasil dipakailah tulang-tulang sapi untuk mengakali hal itu. Namun, perlahan-lahan Soto Tangkar mulai berubah sesuai perubahan masyarakat. Dari daging yang hanya menempel di tulang menjadi banyak modifikasi menjadi daging utuh, paru, babat, hati sapi.
Penyajian masing-masing Soto juga mempunyai cara berbeda. Soto dihidangkan dengan berbagai macam lauk, seperti telur ayam, daging ayam, daging sapi, daging kerbau. Dilengkapi dengan soun, kecambah, krupuk, perkedel, emping melinjo. Tak lengkap juga tanpa diberi sambal dan kecap.
Soto biasanya dihidangkan dengan nasi, sesuai dengan kebiasaan Indonesia. Namun ada juga yang dihidangkan dengan menggunakan ketupat seperti Coto Makassar, dan memakai mie untuk Soto Mie Bogor.(Petti Lubis, Nur Farida Ahniar - VIVAnews)
Lihat juga :
Wine
Asal mula masakan berkuah tercipta pertama kali bisa dibilang masih simpang siur. Bukti antropologis menyebutkan Soto sebagai sajian berkuah, yang dikonsumsi bersama nasi, kemungkinan berawal dari Jawa Tengah sekitar abad pertengahan 18. Awalnya adalah masakan Cina yang melebur dengan tradisi kaum imigran, pedagang, dan pengelana dari berbagai budaya sehingga muncul masakan Soto di tiap-tiap daerah.
Menurut buku karya Dennys Lombard (Nusa Jawa: Silang Budaya), disebutkan asal mula Soto adalah makanan Cina bernama Caudo, yang pertama kali populer di wilayah Semarang. Dari Caudo lambat laun menjadi Soto.
Chef Dosniroha Sitompul, mengungkapkan masing-masing daerah mempunyai filosofi tersendiri dalam hal masakan berkuah ini. Filosofi itu bisa tergantung di mana Soto pertama kali diciptakan, dan isi dalam Soto itu. Misalnya saja Soto Bangkong, bukan berarti Soto itu berisi daging katak. Namun, nama Soto Bangkong tercipta karena berasal dari sebuah kampung di Semarang.
"Arti nama Soto dan isi dalam Soto tidak selamanya sama," kata Chef Dosniroha kepada VIVAnews pada acara Seminar Batik dan Festival Kuliner di Kampus Atmajaya, Sabtu, 25 Oktober lalu.
Lain lagi dengan Soto Tangkar yang berasal dari Betawi. Pada zaman dulu, masyarakat Betawi susah untuk membeli daging. Alhasil dipakailah tulang-tulang sapi untuk mengakali hal itu. Namun, perlahan-lahan Soto Tangkar mulai berubah sesuai perubahan masyarakat. Dari daging yang hanya menempel di tulang menjadi banyak modifikasi menjadi daging utuh, paru, babat, hati sapi.
Penyajian masing-masing Soto juga mempunyai cara berbeda. Soto dihidangkan dengan berbagai macam lauk, seperti telur ayam, daging ayam, daging sapi, daging kerbau. Dilengkapi dengan soun, kecambah, krupuk, perkedel, emping melinjo. Tak lengkap juga tanpa diberi sambal dan kecap.
Soto biasanya dihidangkan dengan nasi, sesuai dengan kebiasaan Indonesia. Namun ada juga yang dihidangkan dengan menggunakan ketupat seperti Coto Makassar, dan memakai mie untuk Soto Mie Bogor.(Petti Lubis, Nur Farida Ahniar - VIVAnews)
Lihat juga :
Wine
Senin, 08 November 2010
Eat Dim Sum with Yam Cha
Want to spend time relaxing with family or friends on Sunday morning? It was Yum Cha aka 'drink tea' this could be fun. Not just a cup of tea, various variants of Dim Sum and other oriental dishes would make a swing tongue.
On Sunday last it was time to fulfill the promise of enjoying the Yum Cha with my friends. Incidentally in one of the hotels restaurant is located in Mega Kuningan is now Yum Cha held a ritual every Sunday morning. Fortunately for the holiday makes the car which I was riding smooth shot straight to the Mega Kuningan area that is usually solid.
Not as usual, there are different when I stepped into the Pearl Chinese Restaurant. Chinese restaurant located on the 1st floor, Hotel JW Marriott this day appear to be different from usual. A few tables set outside the restaurant and as he stepped into the various food stations like to welcome the visitors who come.
Various knick-knacks such as lanterns and bird cages bright shades of red adorn the ceiling. A large banner that read Gong Xi Fat Choi help fuel strong oriental atmosphere to welcome the coming Lunar New Year. When engrossed circulate views, all of a sudden someone waving from a distance. Apparently my friends are sitting pretty circling a round table. They deliberately waited for my arrival before the start of Yum Cha together.
Possible for people of Chinese descent familiar with the ceremonial named Yum Cha this. Yum Cha can be interpreted as a 'tea' in the morning. Habit of drinking tea originated from China's southern Canton, where Yum Cha usually enjoyed early morning in tea shops on the roadside. While chatting casually with friends before starting the activity, drinking tea is also often accompanied with complementary foods such as Dim Sum.
According to custom, to enjoy Yam Cha should be an empty stomach. That's what I did this morning. Just like a Chinese restaurant in general, each table is equipped with plates, chopsticks, and the typical Chinese tea cups in the form of tiny ceramic cups and small bowls.
Oolong Tea is first formulated in a clay pot is poured into a glass and white ceramic by a waitress dressed in cheongsam (traditional Chinese dress with high neck and parts on the side of a long skirt to the ankles). According to the custom of tea is poured into the cup for the first inhaled the aroma. Hmm ... after the fragrant aroma permeates cup then closed with a small bowl and poured upside down so that the switch to the bowl of tea. After that inhaled tea straight from the bowl slurppp ... hmm other than a mild fragrance and no bitter taste.
When the first cup of tea finished, we started moving towards lined food stations. Around about 7 stations held food, including Pan Fried Dim Sum, Soup, Peking Duck, Congee Station, and the Drunken Shrimp which is a favorite end. Wah wah ... the number of choices makes me so confused want to start from?
Yam Cha enjoy it feels incomplete without the presence of Dim Sum. To enjoy the Dim Sum at the pan-fried and fried, can be taken as much at the buffet. As for enjoying Dim Sum steamed like hakau, dumplings, or xiao long bao to be done by order. Obviously this has included package price USD 138,000.00 that we pay to enjoy this Yam Cha.
Dim Sum is served in bamboo containers with portions big enough to fill hakau and dumplings. Siomaynya gently with a mixture of two pieces of shrimp that are fat-fat in it. While shirmp hakau contain large shrimp with a sense of tender, tasty and not tough. When eaten fresh shrimp was cooked without over-cooked. Hmm .. yum yum! Occasionally we were sipping tea to dissolve fat attached to the palate.
After a full eat Dim Sum, I decided to counter 'Congee Station' aka rice porridge counter. More than 10 Condiment posted on Chinese ceramic bowls in addition to a chef who was concocting porridge. First of all pulp taken from the Chinese ceramic container and poured on the pan to warm over the electric stove, then blended with topping choices visitors. Hmm ... porridge smell wafted from the pan really tempting!
The first mouthful almost made my tongue burn, bite your tongue feels hot porridge. Its texture is not too thick, tends to dilute and savory flavor dominates this porridge. Sliced chicken and shrimp was tender, blends harmoniously with the egg tan phi. Hmm ... Dim Sum is delicious eaten hot! Finally creepes filled with various kinds of fruit with a splash of chocolate and strawberry sauce to cover our sweet Yam Cha.
Given not only the meals that satisfy, but also created Yum Cha togetherness. It was next week I'll be back again, this time to enjoy with family beloved Yum Cha! (Detikfood)
See also:
Sate
Soto
On Sunday last it was time to fulfill the promise of enjoying the Yum Cha with my friends. Incidentally in one of the hotels restaurant is located in Mega Kuningan is now Yum Cha held a ritual every Sunday morning. Fortunately for the holiday makes the car which I was riding smooth shot straight to the Mega Kuningan area that is usually solid.
Not as usual, there are different when I stepped into the Pearl Chinese Restaurant. Chinese restaurant located on the 1st floor, Hotel JW Marriott this day appear to be different from usual. A few tables set outside the restaurant and as he stepped into the various food stations like to welcome the visitors who come.
Various knick-knacks such as lanterns and bird cages bright shades of red adorn the ceiling. A large banner that read Gong Xi Fat Choi help fuel strong oriental atmosphere to welcome the coming Lunar New Year. When engrossed circulate views, all of a sudden someone waving from a distance. Apparently my friends are sitting pretty circling a round table. They deliberately waited for my arrival before the start of Yum Cha together.
Possible for people of Chinese descent familiar with the ceremonial named Yum Cha this. Yum Cha can be interpreted as a 'tea' in the morning. Habit of drinking tea originated from China's southern Canton, where Yum Cha usually enjoyed early morning in tea shops on the roadside. While chatting casually with friends before starting the activity, drinking tea is also often accompanied with complementary foods such as Dim Sum.
According to custom, to enjoy Yam Cha should be an empty stomach. That's what I did this morning. Just like a Chinese restaurant in general, each table is equipped with plates, chopsticks, and the typical Chinese tea cups in the form of tiny ceramic cups and small bowls.
Oolong Tea is first formulated in a clay pot is poured into a glass and white ceramic by a waitress dressed in cheongsam (traditional Chinese dress with high neck and parts on the side of a long skirt to the ankles). According to the custom of tea is poured into the cup for the first inhaled the aroma. Hmm ... after the fragrant aroma permeates cup then closed with a small bowl and poured upside down so that the switch to the bowl of tea. After that inhaled tea straight from the bowl slurppp ... hmm other than a mild fragrance and no bitter taste.
When the first cup of tea finished, we started moving towards lined food stations. Around about 7 stations held food, including Pan Fried Dim Sum, Soup, Peking Duck, Congee Station, and the Drunken Shrimp which is a favorite end. Wah wah ... the number of choices makes me so confused want to start from?
Yam Cha enjoy it feels incomplete without the presence of Dim Sum. To enjoy the Dim Sum at the pan-fried and fried, can be taken as much at the buffet. As for enjoying Dim Sum steamed like hakau, dumplings, or xiao long bao to be done by order. Obviously this has included package price USD 138,000.00 that we pay to enjoy this Yam Cha.
Dim Sum is served in bamboo containers with portions big enough to fill hakau and dumplings. Siomaynya gently with a mixture of two pieces of shrimp that are fat-fat in it. While shirmp hakau contain large shrimp with a sense of tender, tasty and not tough. When eaten fresh shrimp was cooked without over-cooked. Hmm .. yum yum! Occasionally we were sipping tea to dissolve fat attached to the palate.
After a full eat Dim Sum, I decided to counter 'Congee Station' aka rice porridge counter. More than 10 Condiment posted on Chinese ceramic bowls in addition to a chef who was concocting porridge. First of all pulp taken from the Chinese ceramic container and poured on the pan to warm over the electric stove, then blended with topping choices visitors. Hmm ... porridge smell wafted from the pan really tempting!
The first mouthful almost made my tongue burn, bite your tongue feels hot porridge. Its texture is not too thick, tends to dilute and savory flavor dominates this porridge. Sliced chicken and shrimp was tender, blends harmoniously with the egg tan phi. Hmm ... Dim Sum is delicious eaten hot! Finally creepes filled with various kinds of fruit with a splash of chocolate and strawberry sauce to cover our sweet Yam Cha.
Given not only the meals that satisfy, but also created Yum Cha togetherness. It was next week I'll be back again, this time to enjoy with family beloved Yum Cha! (Detikfood)
See also:
Sate
Soto
Dim Sum, hidangan mungil asal Canton
Dim Sum, hidangan dari selatan Cina ini memang cocok dinikmati kapan saja. Bentuknya yang mungil, lezat, dan mengenyangkan membuatnya populer dan sangat digemari. Mulai dari hakau yang berisi udang, siomay, hingga bakpao yang lembut menggoyang lidah. Mau? Hidangan mungil asal Canton, Cina bagian selatan ini ternyata banyak sekali penggemarnya. Jenisnya pun beragam, mulai dari yang dikukus, digoreng hingga yang dimatangkan dengan sedikit minyak alias pan fried. Beberapa jenis Dim Sum yang cukup populer adalah siomay, hakau, lumpia, bakpao, dan lain-lain. Soal rasa juga ada yang asin gurih atau manis.
Jika dulu Dim Sum biasa disantap sebagai sarapan pagi, dalam perkembangannya Dim Sum juga dinikmati sebagai bagian dari makan siang. Biasanya Dim Sum ditawarkan oleh resto khusus, mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran besar dengan harga dan jenis yang sangat bervariasi tentunya. Di Indonesia mengingat penikmatnya tak cuma dari kalangan masyarakat Tionghoa, maka banyak pula penjual dim sum halal.
Dim Sum yang berkualitas biasanya langsung dibuat saat dipesan. Sebagai pendamping untuk menikmatinya adalah Oolong tea yang disajikan dalam cangkir mungil. Teh ini tak hanya sekedar pendamping, karena juga berfungsi untuk melarutkan lemak setelah mengkonsumsi Dim Sum.
Dim Sum yang dikenal dengan makanan yang berasal dari Cina ini menjadi salah satu kegemaran orang-orang dimana pun mereka berada.
Lihat juga:
Soto
Jika dulu Dim Sum biasa disantap sebagai sarapan pagi, dalam perkembangannya Dim Sum juga dinikmati sebagai bagian dari makan siang. Biasanya Dim Sum ditawarkan oleh resto khusus, mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran besar dengan harga dan jenis yang sangat bervariasi tentunya. Di Indonesia mengingat penikmatnya tak cuma dari kalangan masyarakat Tionghoa, maka banyak pula penjual dim sum halal.
Dim Sum yang berkualitas biasanya langsung dibuat saat dipesan. Sebagai pendamping untuk menikmatinya adalah Oolong tea yang disajikan dalam cangkir mungil. Teh ini tak hanya sekedar pendamping, karena juga berfungsi untuk melarutkan lemak setelah mengkonsumsi Dim Sum.
Dim Sum yang dikenal dengan makanan yang berasal dari Cina ini menjadi salah satu kegemaran orang-orang dimana pun mereka berada.
Lihat juga:
Soto
Jumat, 05 November 2010
Sate Coconut With Peanut Sauce
Ever eat Sate Coconut? Enjoyment eat Sate will increasingly spread peanut sauce with a tasty and not too spicy. Asih said Sate seasoning is not spicy was deliberately formulated at the request of many consumers. "Chili we include on the edge of spice, but if there are customers who like the taste spicy, we make a spicy chili pol with an additional 25, even more," he said.
Visitors who taste the Sate gut will certainly enjoy the sensational taste like meat because of his intestines and not at all fishy. So too it is with Sate marrow that was not nauseated and melted in the mouth such as eating chocolate.
If consumers are curious about the menu Sate marrow, should come before the lunch hour so as not to run out. Other menu worth trying is the Sate muscle. Although based Sate beef muscle, it's not tough. Satay flavor delicacy served at various depots Mother Asih it can not be separated from how to cook it.
Actually, according to Asih, Sate ondomohen cooking process is quite simple. Once cut into pieces, meat scrubs in diurap-ointment (mixed) with grated coconut or coconut kemetan with the level of maturity and seasoning are confidential. The mixture is then left for some time until the spices to infuse.
Coconut kemetan previously mixed with red onions, garlic, salt, and turmeric. "To Sate marrow, intestine, and muscle, the same way, only added spice marinade herb salad. Intestine and muscle was also previously had to be boiled for one and a half hours so soft, "said Asih.
After the boiling process is finished, the pieces of meat ready stabbed and burned. Sate for evenly cooked and empuknya, said Asih, the combustion process must be done quickly and often inverted. Especially for Poya, grated coconut roasted and given a secret seasoning, and then allowed to dry.
After that Poya pounded for more subtle for the warm rice mixture. The whole process was done in the kitchen cooking home Asih in Gang Ondomohen, Mayor Street Mustajab. According Asih, every day, he spends about 1 quintal scrubs in, 2 pounds of lard, and 5 kilograms of intestine.
Meanwhile, more than 40 coconuts him though, good for the meat shredded and used as Poya Sate. Eating Sate in the depot Mother Asih incomplete if not accompanied by crackers taste puli. Crackers made from wheat flour and spicy garlic was sold for 1,000 rupiah per pack.
Crackers which was tasty but not too salty it is the right combination to complement the sweetness of flavor Sate. In addition to her because of Sate, most visitors are interested in going to drink tea that is served at the Depot Mother Asih. There are two kinds of tea drinks, namely hot and cold tea.
According Asih, taste tea in its place is different because it blended from two different types of tea. "Many visitors who enjoy our blend of tea, and some even took him to Singapore for a souvenir," he added. (Koran jakarta)
See also:
Soto
Sushi
Visitors who taste the Sate gut will certainly enjoy the sensational taste like meat because of his intestines and not at all fishy. So too it is with Sate marrow that was not nauseated and melted in the mouth such as eating chocolate.
If consumers are curious about the menu Sate marrow, should come before the lunch hour so as not to run out. Other menu worth trying is the Sate muscle. Although based Sate beef muscle, it's not tough. Satay flavor delicacy served at various depots Mother Asih it can not be separated from how to cook it.
Actually, according to Asih, Sate ondomohen cooking process is quite simple. Once cut into pieces, meat scrubs in diurap-ointment (mixed) with grated coconut or coconut kemetan with the level of maturity and seasoning are confidential. The mixture is then left for some time until the spices to infuse.
Coconut kemetan previously mixed with red onions, garlic, salt, and turmeric. "To Sate marrow, intestine, and muscle, the same way, only added spice marinade herb salad. Intestine and muscle was also previously had to be boiled for one and a half hours so soft, "said Asih.
After the boiling process is finished, the pieces of meat ready stabbed and burned. Sate for evenly cooked and empuknya, said Asih, the combustion process must be done quickly and often inverted. Especially for Poya, grated coconut roasted and given a secret seasoning, and then allowed to dry.
After that Poya pounded for more subtle for the warm rice mixture. The whole process was done in the kitchen cooking home Asih in Gang Ondomohen, Mayor Street Mustajab. According Asih, every day, he spends about 1 quintal scrubs in, 2 pounds of lard, and 5 kilograms of intestine.
Meanwhile, more than 40 coconuts him though, good for the meat shredded and used as Poya Sate. Eating Sate in the depot Mother Asih incomplete if not accompanied by crackers taste puli. Crackers made from wheat flour and spicy garlic was sold for 1,000 rupiah per pack.
Crackers which was tasty but not too salty it is the right combination to complement the sweetness of flavor Sate. In addition to her because of Sate, most visitors are interested in going to drink tea that is served at the Depot Mother Asih. There are two kinds of tea drinks, namely hot and cold tea.
According Asih, taste tea in its place is different because it blended from two different types of tea. "Many visitors who enjoy our blend of tea, and some even took him to Singapore for a souvenir," he added. (Koran jakarta)
See also:
Soto
Sushi
Kamis, 04 November 2010
Dim Sum Kampoeng yang Murah
Biasanya kita menikmati Dim Sum di hotel atau restoran dengan harga relatif mahal. Di Dim Sum Kampoeng, Anda bisa menyantap Dim Sum tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.Dim sum merupakan salah satu hidangan khas Cina yang sangat populer, termasuk di Indonesia. Penggemar Dim Sum pun lumayan banyak, empat di antaranya adalah Bambang Susanto, Rian Rusmihardian, Okki Ariana, dan Dedi Wahyudi. Mereka biasa mencari tempat-tempat yang menawarkan dim sum. Sayang, rata-rata harga dim sum lumayan mahal.
Berbekal kegemaran menyantap Dim Sum, keinginan untuk mendapatkan Dim Sum murah, plus pengalaman Dedi bekerja di hotel dalam meracik resepnya, empat sekawan ini lalu membuka warung yang diberi nama Dim Sum Kampoeng.
Lebih murah
Nama Kampoeng diambil karena warung yang berada di sebelah Plaza Pangrango ini mirip suasana kampung. "Biasanya 'kan Dim Sum hanya ada di restoran tertentu dan harganya relatif mahal. Nah, kalau Dim Sum Kampoeng ini, harganya lebih merakyat," ujar Inda Marlinda, yang sehari-hari mengawasi warung.
Harga sengaja dibuat lebih murah dari Dim Sum di restoran supaya makanan berukuran kecil ini bisa dinikmati siapa saja. "Nantinya kami ingin Dim Sum juga dijual keliling seperti siomay," tambah istri Bambang, mantan penggebuk drum Base Jam ini.
Menu Dim Sum yang disajikan di Dim Sum Kampoeng ini tak jauh beda dengan yang ditawarkan di sejumlah restoran. Di sini Anda bisa memesan siomai, hakaw, swi-kiaoe, loenpia, dan ceker ayam. Harga rata-rata satu jenis menu (berisi 4 potong) adalah Rp 11 ribu. Sementara menu kombinasi seharga Rp 13 ribu.
Kesemua jenis menu rata-rata berbahan dasar udang. Untuk siomai, selain udang, juga berisi daging ikan tenggiri. Selain menyediakan Dim Sum original seperti yang sudah disebutkan
, Juga ada Dim Sum barbeque. Rasanya, baru kali ini menemukan Dim Sum barbeque.
Lihat juga :
Wine
Soto
Rabu, 03 November 2010
Making Ice Cream Home with Valuable Tips
How to make Ice cream at home- with valuable ice cream making tips:
1. Use only fresh cream, milk and eggs.
2. There are two types of ice cream mixtures, basic ice cream and custard ice cream. Basic consists of cream, milk, sugar and flavoring. No eggs, and it is not cooked. The custard base consists of cream, milk, egg yolks, sugar and flavoring and it is cooked until it coats a spoon.
3. Avoid metal spoons, sieves and bowls when using highly acidic fruits such as raspberries. Metal will discolor the fruit and spoil the taste. We've never seen a metallic ice cream recipe .
4. No matter which type of mixture (cooked or uncooked) always be sure to have it cold when you put it in the ice cream maker. It will freeze quicker and you will need less ice and salt.
5. Make sure the drain hole in the ice bucket is not plugged and can drain freely. This prevents the salt-water of the melted ice mixture from overflowing into your ice cream mixture.
6. When ripening the ice cream, always discard the old ice and salt and re-pack with fresh ice and salt.
7. Always take time to ripen the ice cream. It is usually still too soft when the processing is done. Ripening helps set the ice cream to the desired consistency and it allows all the flavors to permeate the product.
8. Confectioner's sugar is a handy for instantly adjusting the sweetness of your mix. Lemon juice does the same job if you need to adjust the ice cream's acidity.
9. Always use rock salt because it has the best freezing properties.
10. Always let someone you love lick the paddle after the process is done (be sure you leave a bit of ice cream on for the lucky one).
11. Remember that flavors are more pronounced at high temperatures, less strong at chilly ice cream temperatures. If you taste something in its warm state, it should be almost too sweet or too strong, too full of chocolate o (if that's possible). They will be less strong when chilled. (Cliff Lowe - inmamaskitchen)
See also :
Soto
Hanamasa
1. Use only fresh cream, milk and eggs.
2. There are two types of ice cream mixtures, basic ice cream and custard ice cream. Basic consists of cream, milk, sugar and flavoring. No eggs, and it is not cooked. The custard base consists of cream, milk, egg yolks, sugar and flavoring and it is cooked until it coats a spoon.
3. Avoid metal spoons, sieves and bowls when using highly acidic fruits such as raspberries. Metal will discolor the fruit and spoil the taste. We've never seen a metallic ice cream recipe .
4. No matter which type of mixture (cooked or uncooked) always be sure to have it cold when you put it in the ice cream maker. It will freeze quicker and you will need less ice and salt.
5. Make sure the drain hole in the ice bucket is not plugged and can drain freely. This prevents the salt-water of the melted ice mixture from overflowing into your ice cream mixture.
6. When ripening the ice cream, always discard the old ice and salt and re-pack with fresh ice and salt.
7. Always take time to ripen the ice cream. It is usually still too soft when the processing is done. Ripening helps set the ice cream to the desired consistency and it allows all the flavors to permeate the product.
8. Confectioner's sugar is a handy for instantly adjusting the sweetness of your mix. Lemon juice does the same job if you need to adjust the ice cream's acidity.
9. Always use rock salt because it has the best freezing properties.
10. Always let someone you love lick the paddle after the process is done (be sure you leave a bit of ice cream on for the lucky one).
11. Remember that flavors are more pronounced at high temperatures, less strong at chilly ice cream temperatures. If you taste something in its warm state, it should be almost too sweet or too strong, too full of chocolate o (if that's possible). They will be less strong when chilled. (Cliff Lowe - inmamaskitchen)
See also :
Soto
Hanamasa
Minggu, 31 Oktober 2010
Wine dari Perancis
Carbenet Sauvignon
Jika Wine putih / hijau nya yang populer dengan Carbenet Chardonnay Sauvignon dapat dikatakan bintang jenis wine merah. Alasannya adalah karena sebagian jenis wine mudah tumbuh di daerah beriklim sedang hangat dan pemeliharanya 'rewel' tidak. Banyak hasil di Perancis (Bordeaux), Italia, Amerika Serikat (California), Chile, Australia dan Afrika Selatan. blackberry karakter buah yang kuat dan juga memiliki tingkat yang lebih tinggi tanin (rasa Sepat) tinggi dibandingkan dengan jenis lain anggur. Tidak jarang para penggemar menjuliki Carbenet Sauvignon anggur sebagai anggur yang keras kepala dan tangguh.
Pinot Noir
Di antara berbagai jenis anggur, Pinot Noir dapat dikatakan sebagai budidaya anggur yang paling sulit. Menariknya meskipun jenis yang sama Pinot Noir tetapi rasa dan karakter dari anggur yang dihasilkan bisa berbeda. Yohan Handoyo dalam bukunya menyebut anggur ini memiliki kepribadian ganda. Karakter Pinot Noir kadang-kadang saja menerbitkan stroberi saja, tetapi ketika diproses, lebih khusus blackcerry karakter, coklat (gelap), jamur (jamur) sampai cerutu juga akan kita dapatkan. Tapi justru karakter Pinot Noir yang tidak mudah ditebak membuat jenis anggur yang dijual di pasar. Karena pecinta wine akan bisa mendapatkan kejutan yang tak terbayangkan coba meskipun Pinot Noir. Ini anggur yang baik jesnis berasal dari Prancis (Burgundy dan Champagne), California (Oregon), Australia, Selandia Baru dan Chile. Bicara dalam hal warna, warna Pinot Noir memiliki lebih muda dari Carbenet Sauvignon, bahkan begitu puas tanin nya yang bisa dikatakan lebih lembut.
Shiraz
Banyak diproduksi di Australia, Afrika Selatan, Prancis (yang terkenal dari Lembah Rhone), USA (California) juga Chili. Di Perancis, Syrah Shiraz disebut dengan nama, jadi Shiraz dan Syrah adalah sama. Memiliki berbagai rasa dan satu adalah karakter cirri kkasnya lada hitam dan lada putih dia. Ada juga karakter coklat (gelap), violet, kopi, tembakau, cerutu, vanili sampai karakter daging binatang liar (game).
Merlot
Adalah jenis anggur yang menghasilkan anggur rasa lembut. Menurut para ahli, anggur, Merlot adalah sepasang anggur diproduksi oleh Carbenet Sauvignon (kuat). Pertumbuhan ini tidak jauh dari memproduksi Carbenet Sauvignon, yaitu di daerah Perancis, Italia, Chile, Argentina, Australia, Afrika Selatan dan Amerika Serikat (California). Ini mengandung tanin yang lembut dan karakter buah seperti kismis hitam, blackberry, stroberi, plum hingga karakter tembakau, kopi dan cokelat lembut.
Sumber: seleramagazine
Jika Wine putih / hijau nya yang populer dengan Carbenet Chardonnay Sauvignon dapat dikatakan bintang jenis wine merah. Alasannya adalah karena sebagian jenis wine mudah tumbuh di daerah beriklim sedang hangat dan pemeliharanya 'rewel' tidak. Banyak hasil di Perancis (Bordeaux), Italia, Amerika Serikat (California), Chile, Australia dan Afrika Selatan. blackberry karakter buah yang kuat dan juga memiliki tingkat yang lebih tinggi tanin (rasa Sepat) tinggi dibandingkan dengan jenis lain anggur. Tidak jarang para penggemar menjuliki Carbenet Sauvignon anggur sebagai anggur yang keras kepala dan tangguh.
Pinot Noir
Di antara berbagai jenis anggur, Pinot Noir dapat dikatakan sebagai budidaya anggur yang paling sulit. Menariknya meskipun jenis yang sama Pinot Noir tetapi rasa dan karakter dari anggur yang dihasilkan bisa berbeda. Yohan Handoyo dalam bukunya menyebut anggur ini memiliki kepribadian ganda. Karakter Pinot Noir kadang-kadang saja menerbitkan stroberi saja, tetapi ketika diproses, lebih khusus blackcerry karakter, coklat (gelap), jamur (jamur) sampai cerutu juga akan kita dapatkan. Tapi justru karakter Pinot Noir yang tidak mudah ditebak membuat jenis anggur yang dijual di pasar. Karena pecinta wine akan bisa mendapatkan kejutan yang tak terbayangkan coba meskipun Pinot Noir. Ini anggur yang baik jesnis berasal dari Prancis (Burgundy dan Champagne), California (Oregon), Australia, Selandia Baru dan Chile. Bicara dalam hal warna, warna Pinot Noir memiliki lebih muda dari Carbenet Sauvignon, bahkan begitu puas tanin nya yang bisa dikatakan lebih lembut.
Shiraz
Banyak diproduksi di Australia, Afrika Selatan, Prancis (yang terkenal dari Lembah Rhone), USA (California) juga Chili. Di Perancis, Syrah Shiraz disebut dengan nama, jadi Shiraz dan Syrah adalah sama. Memiliki berbagai rasa dan satu adalah karakter cirri kkasnya lada hitam dan lada putih dia. Ada juga karakter coklat (gelap), violet, kopi, tembakau, cerutu, vanili sampai karakter daging binatang liar (game).
Merlot
Adalah jenis anggur yang menghasilkan anggur rasa lembut. Menurut para ahli, anggur, Merlot adalah sepasang anggur diproduksi oleh Carbenet Sauvignon (kuat). Pertumbuhan ini tidak jauh dari memproduksi Carbenet Sauvignon, yaitu di daerah Perancis, Italia, Chile, Argentina, Australia, Afrika Selatan dan Amerika Serikat (California). Ini mengandung tanin yang lembut dan karakter buah seperti kismis hitam, blackberry, stroberi, plum hingga karakter tembakau, kopi dan cokelat lembut.
Sumber: seleramagazine
Simak
Baca secara fonetik
Kamis, 28 Oktober 2010
Ya Rujak, Ya Soto
Bagi orang Surabaya rujak cingur tentu bukan makanan asing di lidah. Makanan ini sepertinya sudah menjadi identik dengan kota pahlawan ini. Demikian juga dengan soto, sangat mudah ditemukan. Rujak cingur memang enak, soto babat juga tidak kalah nikmat. Lalu bagaimana jika kedua hidangan ini menjadi satu ? Jadilah rujak soto, makanan khas kota paling timur Pulau Jawa, Banyuwangi.
Di negeri Blambangan, rujak soto kebanyakan dijual di warung-warung. Warung yang terletak di depan Stadion Diponegoro di bilangan Jaksa Agung Suprapto Banyuwangi adalah salah satu yang terkenal. Rujak soto merupakan paduan rujak cingur dan soto babat, tapi rujaknya berbeda dengan rujak cingur Surabaya. Selain tidak memakai cingur perbedaan lain terletak dari petis yang digunakan. Petisnya terasa keset dan lebih nikmat dibandingkan petis biasa. Untuk sotonya, mirip soto Madura tapi hanya menggunakan daging babat saja. Saat disajikan, rujak soto tak jauh ubahnya seperti rujak yang disiram soto. Ditambah taburan kerupuk mlinjo dan kerupuk udang menjadi makanan ini makin gurih. Hmm….
Soal kombinasi makanan menjadi satu, rujak soto bukan satu-satunya, karena masih ada hidangan campur-campur khas Banyuwangi lainnya yaitu : Pecel Rawon, Pecel Kare, dan Rujak Bakso (ngga kebayang deh bakso maem ama petis ). Ayo..ayo sempatkanlah mencicipi hidangan two in one ala Banyuwangi ini. (manda la mendol - si jago makan)
Lihat juga : hanamasa
burger king
Di negeri Blambangan, rujak soto kebanyakan dijual di warung-warung. Warung yang terletak di depan Stadion Diponegoro di bilangan Jaksa Agung Suprapto Banyuwangi adalah salah satu yang terkenal. Rujak soto merupakan paduan rujak cingur dan soto babat, tapi rujaknya berbeda dengan rujak cingur Surabaya. Selain tidak memakai cingur perbedaan lain terletak dari petis yang digunakan. Petisnya terasa keset dan lebih nikmat dibandingkan petis biasa. Untuk sotonya, mirip soto Madura tapi hanya menggunakan daging babat saja. Saat disajikan, rujak soto tak jauh ubahnya seperti rujak yang disiram soto. Ditambah taburan kerupuk mlinjo dan kerupuk udang menjadi makanan ini makin gurih. Hmm….
Soal kombinasi makanan menjadi satu, rujak soto bukan satu-satunya, karena masih ada hidangan campur-campur khas Banyuwangi lainnya yaitu : Pecel Rawon, Pecel Kare, dan Rujak Bakso (ngga kebayang deh bakso maem ama petis ). Ayo..ayo sempatkanlah mencicipi hidangan two in one ala Banyuwangi ini. (manda la mendol - si jago makan)
Lihat juga : hanamasa
burger king
Langganan:
Postingan (Atom)