Tampilkan postingan dengan label sate. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sate. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Desember 2010

Menu ala Rumahan

Inilah menu rumahan ala Jepang: semangkuk nasi organik dan lauknya berupa hidangan okazu atau ikan laut semacam makarel, salmon, atau tuna yang dipanggang atau digoreng dengan bumbu saus miso, dashi, atau kecap Jepang.

Untuk pelengkapnya, ada asinan, sup, dan sayuran. Atau bisa juga dicoba hidangan serupa dengan ikan makarel panggang yang disajikan dengan parutan lobak Jepang.

Lho, kok hidangan itu tak berbeda dengan hidangan rumahan Indonesia, ya? Apa kabar Sushi, sashimi, dan sukiyaki khas Jepang yang mendunia itu? Nanti dulu, ada cerita menarik dari Restoran Ootoya, tempat makanan rumahan ala Negeri Sakura ini dihidangkan.

"Memang masakan rumahan orang Jepang sebenarnya tak jauh berbeda dengan masakan Indonesia. Kebanyakan hidangan ikan hanya dibedakan oleh bumbu dan jenis ikannya," kata Shienny Lie, Manajer Operasional Rumah Makan Ootoya, di Plaza Indonesia, Kamis pekan lalu.

Set hidangan okazu ini, menurut Shienny, merupakan masakan rumahan paling umum di seluruh kepulauan Jepang. Sementara tak semua orang Jepang menyantap sushi, sashimi, atau sukiyaki setiap hari.

"Sushi, sashimi, dan sukiyaki adalah menu khusus yang dimakan orang Jepang pada waktu tertentu," kata Shienny. Sushi dan sashimi umumnya dihidangkan pada jamuan makan malam resmi. Sedangkan sukiyaki adalah masakan yang dinikmati pada hari terdingin dalam setahun di negara empat musim itu.

Selain okazu, hidangan mi (men-rui) sering dikonsumsi dalam keseharian masyarakat Jepang. Salah satunya Miso Nikumi Udon. Untuk menu ini, Toyokazu Ikeda, chef kepala di Rumah Makan Ootoya, menjelaskan cara pembuatannya.
"Udon dimasak dengan menggunakan dua macam pasta miso. Kemudian direbus dengan caisim, shitake, ayam panggang, daun bawang, wortel, tahu, sawi putih, dan dihiasi dengan telur setengah matang di atasnya," katanya. Rasanya, hmm... khas mi Jepang dengan kuah manis-asam.

Ada pula masakan bergaya donburi (satu mangkuk nasi dengan topping sayur dan lauk). Chicken Katsu Tojidon disediakan dalam mangkuk nasi dengan ayam goreng tepung yang disiram dengan campuran saus, bawang bombai, dan telur. Di antara semua menu yang Tempo coba, menu yang mirip nasi goreng ini tampaknya bakal paling cocok bagi lidah orang Indonesia.

Hidangan nabe (kukusan) dan yaki (panggang dan goreng) seperti tersedia. Menurut Shienny, bangsa Jepang menyantap makanan yang relatif sederhana dalam kesehariannya. "Tapi disiapkan secara cermat dari sisi gizi atau jumlah kalori makanan. Ini yang jadi keunggulan masakan Jepang," kata dia.

Rumah Makan Ootoya didirikan oleh Mitsumori Eiichi di Stasiun Subway Ikebukuro, Tokyo, pada 1958. Franchise ini telah berkembang menjadi 250 outlet yang tersebar di Asia tahun ini, tiga di antaranya di Indonesia, berlokasi di Senayan City, Pacific Place Mall, dan Plaza Indonesia.

Meskipun Ootoya merupakan rumah makan franchise, penyajiannya berbeda dengan rumah makan franchise lainnya. "Masakan baru dimasak setelah dipesan, made to order. Jadi masakan akan tetap segar ketika dihidangkan," kata Shienny.

Baru-baru ini, Ootoya juga menyediakan menu sushi dan sashimi untuk pelanggannya. "Sushi dan sashimi bukan menu harian orang Jepang. Tapi, karena banyaknya permintaan, kami menyediakan menu ini," kata Shienny. Soal harga, Rumah Makan Ootoya mematok banderol makanan mereka Rp 30-70 ribu. | AMANDRA MUSTIKA MEGARANI

Sushi Vs Sashimi

Keistimewaan sushi serta sashimi terletak pada teknik memotong dan kesegaran ikannya. Toyokazu Ikeda, chef kepala di Rumah Makan Ootoya, menunjukkan demo memasak sushi dan sashimi dalam media gathering pekan lalu.
"Perbedaan antara sushi dan sashimi terletak pada nasi. Sushi selalu dipasangkan dengan nasi, sementara sashimi dapat langsung dinikmati dengan cuka atau wasabi," kata Ikeda dalam bahasa Indonesia yang cukup fasih.

Perbedaan lainnya terletak pada tebalnya potongan ikan. "Untuk sashimi, potongannya berjarak 50 milimeter, sementara sushi tak lebih dari 5 milimeter." Ootoya menyediakan sashimi dan kaisendon (seafood mix) yang dihidangkan bersama wasabi, cuka, dan saus.

Ada berbagai jenis sushi. Ootoya menyediakan sushi jenis nigiri dan maki. Nigirizushi adalah potongan daging sushi yang ditempelkan di atas ikan. Adapun makizushi dibuat dengan cara menggulung daging sushi dan nasi dengan bantuan rumput laut kering (nori) serta tikar bambu.

Daging sushi dan sashimi bermacam-macam: dari udang, tuna, cumi, salmon, bawal mutiara, sampai gurita. "Khusus untuk gurita, tidak boleh dimakan mentah. Harus matang benar," kata Ikeda. Kalau tak matang, daging gurita--yang konon bermanfaat untuk membuat pria perkasa--bisa membuat tubuh gatal-gatal. | AMANDRA MM

Sumber : tempointeraktif.com

Lihat juga:
Sate
Steak

Selasa, 30 November 2010

Soto Umar yang enak

Salah satu yang layak Anda coba adalah Soto Betawi Umar Idris. Tak sulit menemui kedai yang satu ini. Dari perempatan Slipi, kedai ini ada di sebelah kanan, sekitar 100 meter jauhnya dari Hotel Santika.
Pasti ketemu, soalnya spanduk berwarna hijau ngejreng bertuliskan nama kedai ini tampak mentereng. Jadi, jangan khawatir Anda akan salah masuk ke warung betawi lainnya.

Sebagaimana layaknya kedai, penampilannya memang sederhana. Persis seperti kedai betawi kebanyakan, tidak ada ornamen yang mencolok. Yang ada adalah jajaran enam meja makan panjang yang masing-masing dikelilingi enam kursi.

Memang, tak ada juga pelayan yang menyambut. Jadi, kalau ke sini, pengunjung langsung menyerbu meja yang ada di pojok kedai. Di situ terhampar aneka gorengan: daging sapi, jeroan, babat, juga paru.
Selesai memilih, pelayan dengan sigap akan memotong-motong isi soto pilihan. Beres dengan aksinya, sejurus kemudian, pelayan akan menyiram isi soto dengan kuah putih yang panas. Ditambah dengan bawang goreng, daun seledri, emping, serta perasan jeruk limau.

Wah..., aroma soto langsung menguar tajam menusuk seluruh saraf perasa, membuat pembeli tak sabar ingin segera menyantapnya.

Tidak seperti kebanyakan soto betawi, Soto Umar Idris nihil potongan-potongan kentang dan tomat, lo. Bahkan, kuah juga tak terlalu pekat. “Ini yang membedakan kami dengan warung betawi kebanyakan,” ujar Budi Hanurawanto, anak Umar Idris yang menjadi penerus usaha. Maklum, meski mengusung nama soto betawi, keluarga Umar sejatinya asli Tegal. Walhasil, “Kami memang memadukan rasa betawi dengan tegal,” ujar Budi.

Meski begitu, rasa boleh diadu. Kuah yang encer tidak mengurangi rasa gurih yang tertinggal di rongga mulut. Paduan santan dan susu dalam takaran yang pas malah membuat kuah tidak berasa enek.

Kenikmatan makin lengkap saat mengunyah potongan daging. Empuk dan gurih! Sebagai pelengkap rasa, Anda bisa menambah keripik tempe atau perkedel yang tersedia di meja makan. Renyah keripik tempe akan membuat Anda tak berhenti menggoyang lidah untuk menandaskan semangkok soto dan sepiring nasi putih.

Jika tak suka mengudap daging sapi maupun jeroannya, Anda bisa menjumput daging ayam berikut ati ampela sebagai pilihan pengganti. Suwiran daging ayamnya juga empuk dan gurih. Tak kalah dengan potongan daging.

* Buka dari pagi sampai pagi lagi
Saban hari, kedai ini buka resmi mulai jam 8 pagi. Budi nyaris membuka kedai sepanjang hari. Dia baru tutup warung saat pagi menjemput, atau sekitar jam 4 pagi pada keesokan harinya. Makanya, ayah dua anak ini menerapkan sistem kerja shift alias bergantian bagi 7 karyawannya. “Separo masuk pagi sampai sore. Sisanya malam sampai pagi,” beber Budi.

Namun, jam paling sibuk kedai adalah saat makan siang, yakni mulai jam 11.00 sampai 14.00 siang. Banyak karyawan di sekitar Slipi, Petamburan, dan Tanah Abang menyerbu kedainya. Sementara, saat malam menjelang atau jam 19.00 sampai 20.00, kedai juga ramai. “Banyak karyawan mampir sebelum pulang,” cetus Budi.
Saat malam sampai dini hari, kedai menjadi langganan orang-orang yang suka melek sampai menjelang subuh.

Budi tak khawatir bakal kekurangan pasokan daging atau jeroan yang menjadi andalan dagangannya. Pemasok di bilangan Tanah Abang siap memenuhi kebutuhan kedai. “Bahan dijamin fresh dan pilihan, lo,” ujar dia berpromosi.
Hantaman krisis nyatanya ikut dirasakan Budi. “Ada penurunan pengunjung sekitar 30%,” ujar Budi yang tak mau menyebutkan jumlah pengunjung. Yang pasti, sepanjang hari, Budi menandaskan daging sapi sampai 30 kg. Omzet harian yang masuk ke kantong Budi sekitar Rp 4 juta sampai Rp 5 juta.

Kalau dipotong dengan ongkos produksi Rp 2,5 juta per hari, uang masuk ke kantong Budi tinggal Rp 1,5 juta sampai Rp 2,5 juta. “Itu belum termasuk untuk gaji karyawan, lo,” ujar Budi buru-buru.
Mungilnya omzet lantaran banderolan harga menu di kedai ini tergolong murah. Sepotong daging dengan ukuran dua jempol jari Rp 2.000. Pun begitu dengan jeroan. Satu paket lengkap dengan nasi hanya seharga Rp 13.000.

Sayangnya, dengan waktu buka tak terbatas, Budi hanya menyediakan satu menu: soto betawi. Minumannya pun tak banyak pilihan. Hanya ada teh dan jeruk. Toh, kedai ini telah bertahan sampai 40 tahun!

ALAMAT 'SOTO UMAR IDRIS':
Jl. KS Tubun 15 B Jakarta Pusat
Ph: 021 - 5367982

Sumber : umar idris-weekend.kontan.co.id


Lihat juga:
Wine

Sate

Senin, 29 November 2010

Khasiat Sate Kelinci

Kalangan wisatawan lokal meminati Sate kelinci yang dijual di Yogyakarta, karena diyakini daging hewan itu mempunyai kandungan nutrisi, tidak mengandung kolesterol, dan bisa menyembuhkan sejumlah penyakit.

"Kalangan wisatawan lokal asal Jakarta, Magelang, dan Solo meminati sate kelinci. Para pembeli saat liburan akhir pekan dan liburan sekolah sangat ramai. Rata-rata sehari bisa mencapai 50 hingga 60 pembeli," kata Tukirah, penjual sate kelinci di daerah Bantulan, Sleman, Sabtu (23/10/2010).

Menurut dia, sate kelinci memilki rasa berbeda dengan sate lain karena mempunyai manfaat bagi kesehatan, menyembuhkan vertigo, meningkatkan stamina, dan otak kelinci bisa menyuburkan rahim perempuan.

"Kami tidak kesulitan memperoleh kelinci untuk membuat satai karena sudah berlangganan dengan para peternak kelinci di pasar di beberapa daerah di Yogyakarta," katanya.

Ia mengatakan umur kelinci memengaruhi kualitas daging. Jika umur semakin tua, maka daging kelinci akan terasa keras. Untuk pembuatan satai kelinci hanya menggunakan kelinci yang masih berumur delapan hingga sembilan bulan.

"Kami sementara ini hanya membuka warung satai kelinci di rumah dan tidak membuka cabang di derah lain. Berjualan dimulai pukul 17.00 WIB hingga 23.00 WIB. Namun jika saat liburan sekolah dan akhir pekan hanya sampai pukul 21.00 WIB karena suasana pengunjung sangat ramai," katanya.

Dia mengatakan harga jual satai kelinci relatif murah hanya Rp 11.000 per porsi. Satai disajikan dengan nasi, bumbu kacang, dan sambal kecap. Dengan mematok harga terssebut, mampu memperoleh pendapatan sekitar Rp 100.000 hingga Rp 200.000 dalam satu hari.

Tukirah mengatakan dalam sehari mampu menghabiskan lima ekor kelinci untuk dijadikan sate. "Jika saat liburan sekolah dan akhir pekan, kami malah mampu menghabiskan 10 ekor kelinci," kataya.

Seorang pembeli sate kelinci asal Klaten, Jawa Tengah, Vira Yustina mengatakan sate kelinci mengadung protein hewani, nutrisi, dan bisa menyembuhkan sejumlah penyakit.

"Yang saya tahu daging kelinci ini dapat mengobati penyakit vertigo dan bagian otak kelinci berkhasiat menyuburkan rahim perempuan," katanya.

Ia mengatakan setiap satu minggu sekali dirinya menyempatkan diri datang ke Yogyakarta hanya untuk menikmati satai kelinci ini. "Setiap satu minggu sekali, saya rutin menyempatkan diri untuk menyantap satai kelinci karena rasa dagingnya unik dan berbeda dengan rasa satai jenis lain dan mempunyai manfaat bagi kesehatan," katanya. (luc/Ant)

Sumber : wartakota.co.id

Lihat juga:
Wine
Burger King

Minggu, 28 November 2010

Selling Sate

There are a variety of Sate from various regions in Indonesia. Among others, sate chicken and mutton sate. Sate chicken and goat sate can be enjoyed with two kinds of spices, namely peanut sauce and seasoning sauce.

Sate chicken and lamb kebabs are usually sold with soup or curry goat, which is made by using a mixture of bone and meat goat that is not used as skewers.

Meat goats are used for sate is usually the thighs because the more tender, so much better. Processing of meat goats must be careful not hard to sate. Before baking, goat meat should be wrapped using papaya leaves to make it more tender. Young lamb is also more lenient than the old goat meat. The range of age of young goats goat sate is good for 3-5 months.

Sate Traders can sell on the main street near the market, offices, housing, or the area around campus. Usually between traders sate has a rule that for certain areas there is only one merchant. So, pay attention to the area around the location before deciding to sell at a place so as not to harm each other.

Equipment needed to run the business sate include carts, tents, tables, chairs, grill skewers, knife, and bamboo fan. Supplies eating a plate, cup, bowl (if selling soup or curry goat), spoons, and forks.
Tents can be made small or medium-sized depending on the size of the place and the level of crowd of visitors. Wood table can be made 1-2 pieces of fruit with 60-10 seats.

Business owners can drop their own hands or hire employees. Employees in the service of an order buyer or burn sate. Employees should be trained first so it knows how to burn sate meat maturity level as appropriate.

Promotion can be done by creating a banner that read kind of business that is placed around the tent or wagon. Banners can be equipped pictures or photographs of interest so that the sate can bring visitors. Continued promotion can be done by creating a brochure, especially if serving messages between (delivery order), serve the order and goat satay roll to akikah, weddings, and birthdays.

The price of a portion of goat sate Rp 10.000, - s / d Rp 12.000, -. One serving typically contains 10 sticks. The price of a share of less expensive chicken satay, which is Rp 8,000, - s / d Rp 10.000, - contains 10 sticks. Price does not include rice cake or rice. Rice cake and rice prices around Rp 2,000, - per serving. While the price of soup or curry goat around Rp 7,000, - per serving.
Sate business risk include many food vendors alike. The quality of offerings and pricing vary widely among merchants so that new players should be able to find a gap in order to compete.

Some tips and tricks sate business:
1. Maintaining the quality and taste way include a tasty marinade and the meat is tender (for goat sate). Soft goat sate indirectly to expand market share, because it began the children and adults can eat it easily.

2. Location is always bustling place of business potential as sate. The market share of food is so good at upper middle. The reason the price of one serving sate is considered quite expensive for some people. The location near the office, residential, street or shopping center is a strategic place of business a few examples of sate.

3. Cooperation with suppliers is also very important. At certain times such as religious holidays, the price of mutton increased because of demand. Cooperation with the abattoir or goat breeders will minimize the risk of shortages of raw materials or price increases that are too high.

Source: www.squidoo.com

See also:
Steak
Burger King

Kamis, 25 November 2010

Dim Sum Halal enak, harga murah

Belum ke Hong Kong jika belum makan Dim Sum. Begitu kata orang. Dim Sum, makanan berbahan dasar tepung ini, awalnya berasal dari menu dessert para raja Cina masa lalu. Umumnya, makanan ini dibuat dari bahan yang tidak halal. Jadi, turis Muslim harus hati-hati mengonsumsinya. Dim Sum adalah istilah dalam bahasa Kantonis, yang artinya makanan kecil. Biasanya, Dim Sum dimakan sebagai menu untuk sarapan menjelang makan siang atau brunch. Makanan Dim Sum ini memang populer ke dunia dari Hong Kong.

Dim Sum terdiri atas berbagai macam penganan kecil-kecil yang biasanya dinikmati bersama teh. Kegiatan untuk minum teh dan makan Dim Sum di Hong Kong disebut yam cha. Yam cha sendiri arti sebenarnya adalah minum teh. Tapi, acara minum teh itu biasanya dilengkapi dengan makan Dim Sum atau camilan kanton. Dim Sum dihidangkan dalam keranjang kecil yang terbuat dari bambu.

Lantas apakah semua Dim Sum di Hong Kong haram? Tidak juga. Ada satu yang halal. Tempatnya adalah di Wan Chai Islamic Centre. Di sini, kita bisa menikmati Dim Sum di sebuah restoran halal, yang dikelola seorang Muslim Cina. Biasaya, restoran Dim Sum penuh pada hari Sabtu dan Ahad. Keluarga di Hong Kong umumnya tinggal terpisah antara orang tua dan anak-anaknya. Yam cha pun menjadi ajang mereka untuk bertemu dan bersilaturahim.

Sumber : Subroto - bataviase.co.id

Lihat juga:
Steak
Sate

Rabu, 24 November 2010

Sate Mak Sukur

Salah satu kota yang kami kunjungi adalah Padang Panjang yang terkenal dengan resto khasnya, Sate Mak Syukur.

Sekitar lima tahun yang lalu, suami saya bertugas selama sekitar tiga bulan di Sumatra Barat. Ia menetap di kota Padang.
Saya tidak ikut suami saat itu karena saya bekerja. Tapi, satu bulan sekali saya mengunjunginya.
Suami yang memang hobi jalan-jalan tidak melewatkan kesempatan untuk menyambangi tempat wisata di sana, terutama wisata kuliner. Siapa sih yang tidak tahu kehebatan Minang dalam hal masakan?

Salah satu kota yang kami kunjungi adalah Padang Panjang yang terkenal dengan resto khasnya, Sate Mak Syukur.

Resto yang terletak di tepi sebuah jalan besar di Padang Panjang ini memang tak pernah sepi. Bahkan, ada kawan yang bercerita bahwa ia pernah kehabisan sate sehingga harus datang lagi ke sana keesokan harinya. Untung kami tidak kehabisan saat itu.
Sungguh memang lezat. Sate Padang terlezat yang pernah saya rasakan. Suami bahkan menghabiskan dua porsi. Saya yang awalnya biasa saja dengan sate padang pun menjadi tergila-gila.

Setiap kali mengunjungi suami di Sumatera Barat, saya selalu mengajak untuk singgah di Mak Syukur.
Suatu kali, kerinduan saya akan sate padang memuncak. Tapi, saya hanya ingin sate padang ala Padang Panjang, tak lain dan tak bukan, Sate Mak Syukur.

Kembali ke Sumatra Barat hanya untuk mencari sate rasanya agak aneh. Jadi, saya pun memendam keinginan. Hingga suatu saat saya mendapat kabar yang membuat saya merasa begitu gembira.

Sate Mak Syukur sudah dapat dinikmati di Jakarta. Gerai Sate Mak Syukur di Jakarta dapat ditemui di:

* Pasaraya Manggarai
* Pasaraya Blok M
* Jl. Pengambiran No 37, Rawamangun Jaktim Telp 021- 93274702
* Mall Kelapa Gading

Sebenarnya, siapakah Mak Syukur yang namanya dijadikan ikon sate padang lezat tersebut?
Beliau adalah Syukur Sutan Raja Endah yang mula merintis usahanya semenjak tahun 1947. Pada tahun 1984, usaha tersebut dilanjutkan oleh sang anak yang bernama Syafril Syukur.

Di Padang Panjang sendiri, sate yang dijual semenjak pukul 10 pagi hingga jam 9 malam ini memiliki tiga outlet. Dua di antaranya berada di Pasar Padang Panjang. Yang lainnya berada di jalan raya yang telah saya sebut di atas. Yang di jalan raya itulah yang terbesar dan paling terkenal.
Meski menurut sebagian orang rasa Sate Mak Syukur di Jakarta masih kalah dengan yang di Padang Panjang sana, saya tak gentar untuk selalu menyambangi gerai-gerai Mak Syukur di Jakarta. Lumayan sebagai pengobat rindu kepada sate padang pertama yang membuat saya jatuh cinta setengah mati.

Kebetulan salah satu dari keempa lokasi yang saya sebut di atas berdekatan dengan tempat saya bekerja. Jadi, tak jarang saya makan siang bersama teman-teman dengan menyantap Sate Mak Syukur.
Hm…bercerita tentang Sate Mak Syukur membuat saya ingin mengajak suami dan anak-anak untuk menikmatinya malam ini. Memang setiap akhir Minggu kami selalu menyempatkan makan malam di luar.

Kali ini, menu kami adalah…Sate Padang Mak Syukur!

Sumber : dania - indonesi.com

Lihat juga:
Sour Sally
Burger King

Senin, 22 November 2010

Cara membuat Soto Ikan Pari

Kamu tau Ikan Pari? Tahukah kalau jenis ikan ini bisa dimasak berbagai macam jenis makanan dan salah satunya adalah Soto Ikan pari? Penasaran dengan rasanya? Berikut akan dijelaskan mengenai resep bahan-bahan dan cara membuat Soto Ikan Pari.

Bahan:
2 sdm minyak untuk menumis
1 lbr daun salam
3 lbr daun jeruk
2 btg serai, memarkan
750 ml santan
250 gr ikan asap
100 gr daun melinjo
1 bh tomat, potong-potong

Haluskan:
4 bh bawang merah
2 siung bawang putih
3 btr kemiri
1 sdt ketumbar
½ sdt lada
5 btr jinten
1 cm jahe
1 cm kunyit
1 cm lengkuas
1 sdt garam

Cara membuat:
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, masukkan daun salam, daun jeruk, dan serai. Masak sampai bumbu matang dan harum.
2. Masukkan santan, masak sampai mendidih.
3. Tambahkan potongan ikan asap, daun melinjo, dan tomat. Masak sampai semua bahan matang.

Untuk 6 orang

Sumber : Nuraini W - Klub Nova- female.kompas.com

Lihat juga :
Burger King
Sate

Minggu, 21 November 2010

Uniknya Soto Bakso

Berbagai jenis Soto mungkin sudah biasa dijumpai di pelosok Nusantara, sebagai salah satu hidangan berkuah dengan berbagai variasi menu pilihan seperti soto ayam, daging, dan babat.

Berbeda halnya dengan penyajian jenis soto yang disajikan di warung Pak Saeton yang terletak di Jalan Barong 156, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.

Soto ini disajikan dengan campuran bakso, orang Banyuwangi biasa menyebutnya soto bakso. Bentuk penyajiannya pun sama dengan soto dan bakso pada umumnya, dengan pelengkap mi dan bihun, sedikit bawang goreng dan seledri yang kemudian dicampur kuah soto bakso.

Gambaran yang terlihat menonjol dalam penyajian makanan ini memang warna kuning soto, sehingga kalau dilihat seperti jenis soto pada umumnya.

Orang baru bisa bilang beda, jika sudah merasakan hidangan tersebut. Rasanya, tidak kalah nikmat dengan soto ayam, daging, ataupun babat.

Pertama saat menikmati soto bakso yang terasa menonjol kuahnya, rasanya begitu luar biasa seperti makan bakso yang dicampur soto. Penggabungan kuah soto dan bakso itu begitu melekat dilidah, sehingga menciptakan kelezatan bagi penikmatnya.

Kenikmatan itu ditambah dengan sajian pentol daging, ceker ayam, kepala ayam, dan balungan sapi yang dicampur jeroan.

Bagi penikmat tidak harus memilih semua menu pelengkap soto bakso karena makanan ini bakal membuat perut ekstra kenyang, tetapi pembeli biasa mencampur menu sesuai selera.

Biasanya mereka mencampur soto bakso antara pentol daging ditambah ceker dan kepala ayam, ada juga pembeli yang hanya ingin menikmati balungan bercampur jeroan sapi.

Soto bakso ini bisa disantap dengan nasi ataupun lontong.

Rahasia kenikmatan soto bakso ini berasal dari kuahnya, perpaduan bumbu soto yang di antaranya terdiri dari sere, kunir, laos, jahe, bawang putih, bawang merah, merica, dicampur dengan kuah kaldu bakso yang berasal dari rendaman balungan dan daging sapi.

Setiap hari pemilik warung selalu menyiapkan kepala ayam 10 kilogram, dan ceker ayam 10 kg, daging untuk membuat pentol 14 kg, dan balungan sapi hingga 20 kg.

Hasilnya, hampir setiap hari warung Pak Saeton yang buka mulai pukul 11.00 - 17.00 WIB selalu penuh dengan pengunjung, bahkan setiap hari biasanya bisa menghabiskan hingga 700 mangkok.

Untuk harga soto bakso per porsi sesuai dengan banyaknya menu yang dipilih. Untuk menu biasa, pentol dicampur ceker dan kepala ayam, pembeli cukup membayar Rp5 ribu.

Bentuk keberhasilan Pak Saeton memadukan dua rasa bakso dan soto menjadi soto bakso semula sempat diragukan, apa nanti produk olahannya bisa diterima di masyarakat. Apalagi umumnya lidah masyarakat Banyuwangi begitu peka dengan setiap masakan.

"Orang Banyuwangi itu selalu memilih dan cerewet dengan masakan, apabaila masakan tidak enak, ya daganganya tidak laku dijual," kata pria kelahiran 68 tahun silam ini.

Menurut Pak Saeton ketika itu ide tersebut muncul karena ingin membuat menu yang berbeda, baik bagi hobi penikmat kuliner bakso maupun soto. Jadi orang bisa merasakan kedua makanan tersebut, soto sekaligus bakso.

Semula memang begitu aneh didengar bakso dicampur soto, karena selama ini di Banyuwangi hanya dikenal rujak soto, namun karena ingin beda, Pak Saeton mencoba nekad melakukan terobosan mencapur keduanya.

Pertama buka usaha pada tahun 1971 warung soto bakso belum banyak dikenal dan diketahui masyarakat "Bumi Blambangan". Namun, lambat laun warung tersebut mulai banyak dikunjungi pembeli.

"Pertama buka warung sepi, warung mulai ramai pembeli itu karena disebarkan dari mulut ke mulut dari orang orang yang sudah mencobanya," paparnya.

Kini perjuangan menciptakan menu berbeda memadukan soto dan bakso yang dimulai sejak 39 tahun silam yang dilakukan Pak Saeton tidak sia-sia, bahkan tidak hanya dikenal oleh warga Banyuwangi, namun warga luar, seperti dari Jakarta, Malang, Surabaya juga seringkali mampir untuk menikmati soto bakso Pak Saeton.

Ramainya pembeli yang mampir ke warungnya menjadikan hasil omset penjualannya per hari bisa memperoleh keuntungan mencapai Rp3,5 juta.


Sumber : Fachrur Rozi - antarajatim.com

Lihat juga :
Hanamasa
Sate

Senin, 15 November 2010

Ice cream and Woman's Fertility

Beneath the Ice cream is a delicacy of the adverse effects that may not have a lot of people know, which reduces fertility. Ah, the time anyway? Although somewhat hard to believe, but a study made by researchers from the Nurses Health Study at Harvard School of Public Health, the U.S., it said that too much ice cream and other food products containing milk could increase the risk of infertility.

According to the researchers, women who ate two or more foods containing milk every day, tend to be difficult to conceive in the absence of ovulation. Meanwhile, those who eat fatty foods and milk once a day, only 27 percent are experiencing this problem. The results are reported in the European journal Human Reproduction this week.

But researchers also cautioned that the results of this research should not be trusted one hundred percent because of this research is only based on interviews with female respondents, rather than scientific research that specifically examines Ice cream. "The core of the publication of the results of this research is that women do not consume too much ice cream every day," said lead researcher, Dr. Jorge Chavarro from Harvard.

The results of this study was also questioned by the researchers themselves. According to them, the researchers were not able to find links between infertiliti and dairy products in general. "The weight that is too extreme, either too thin or too fat, which would increase the risk of difficult pregnancy," says Dr.William Gibbons, president of the Society for Assisted Reproductive Technology. According to him, overeating is not good, but too strict diet as well as bad for the process of reproduction. (Indonesiaindonesia - doktersehat.com)

See also:
Sate
Sushi

Sate Tiram Putih

Anda penyuka Sate daging kambing, ayam, sapi atau kuda. Kali ini ada sensasi Sate dengan bahan jamur tiram putih. Selain rasanya gurih dan lezat, manfaatnya bagi tubuh diyakini tak menimbulkan penyakit berbahaya.

Bila Anda warga Kediri bisa menikmati hidangan Sate jamur tiram putih, di depan Mapolsek Grogol, Kabupaten Kediri Jalan Raya Kediri-Nganjuk. Penjual menjajakan dagangannya menggunakan vespa yang dimodifikasi layaknya sebuah gerobak PKL.

"Dulu dengan vespa ini saya bisa jualan keliling, berhenti di mana saja saya suka. Tapi sudah hampir setahun ini saya menetap di sini, karena memang langganan mulai ada," kata Arbani, sang menjual Sate jamur tiram putih kepada detiksurabaya.com yang menemui di gerobaknya, Sabtu (23/10/2010).

Tentang Sate jamur tiram putih dagangannya, Arbani mengaku memulainya dengan menjual masakan jadi dari kantor ke kantor. Usaha ini merupakan pengembangan atas budidaya jamur tiram putih yang dilakukan di rumah. Dengan dalih omzet penjualan tak besar, dia memberanikan diri banting setir mengubahnya menjadi warung, dengan pengolahan Sate dilakukan berdasarkan pesanan.

"Cuman jamurnya saya rebus dan bumbui di rumah. Selebihnya mulai dari memotong, menusuk dan membakar saya lakukan berdasarkan pesanan," jelas Arbani.

Untuk manfaat mengkonsumsi Sate jamur tiram dagangannya, Arbani mengklaim tidak menghadirkan penyakit berbahaya bagi yang mengkonsumsinya. Selain diolah secara higienis, jamur tiram merupakan jenis tanaman dipastikan beda dengan daging yang dapat dipastikan mengandung kolestrol tinggi.

Harga Sate jamur tiram putih juga sangat terjangkau oleh semua kalangan, karena dijual seharga Rp 5.000 untuk setiap porsi.

"Ini yang mengatakan pembeli, bukan saya mengada-ada. Banyak yang dulunya suka Sate kambing beralih ke sini karena takut darah tinggi, dan ada yang suka Sate ayam tapi takut alergi," ujar Arbani bersemangat.

Pria yang pernah menjadi staf pengajar di salah satu MTs di Kabupaten Kediri mengaku, pilihannya menjajakan Sate di warung mulai membuahkan hasil manis. Dari awal membuka usaha hanya mampu menghabiskan 1 kg jamur, saat ini dalam sehari minimal 7 kg jamur bisa dihabiskan.

"Yang jelas hasilnya lebih besar dibandingkan sukuan (Tenaga GTT) di madrasah," pungkasnya sumringah.

Anda penyuka Sate dan tak ingin merasakan dampak negatif saat mengkonsumsi, tak ada salahnya menikmati Sate bahan dasar jamur tiram putih. Sebab rasanya dijamin tetap gurih senikmat daging kambing, ayam, sapi atau bahkan kuda. (fat/fat - Samsul Hadi - detikSurabaya)

Lihat juga :
Hanamasa
Dim Sum

Kamis, 11 November 2010

Guide about Eating Dim Sum

Dim Sum restaurants in Hong Kong are busy, loud and move at a hundred miles an hour – that’s what makes them great – but the clamour and clatter can also be intimidating for first timers. This how to order Dim Sum guide will walk you through the rules and customs of ordering Dim Sum, from navigating the ordering process to where not to put your chopsticks.

1. Bring Friends
Dim Sum is essentially a group experience, with a selection of dishes being ordered and shared around the table. Many of the tables in Hong Kong Dim Sum restaurants will seat upwards of eight people, they even swivel for easy access to the grub, and sitting there by your lonesome can be a little intimidating.

2. Tackle the Maitre’d
Hong Kong is a pushy town and if you want to get a table, you’ll need to be as pushy as the locals. While some Dim Sum restaurants remain a free-for-all when it comes to seating, the majority employ a front of house maitre’d who is responsible for seating and queuing. Stick close to the maitre’d and look for people leaving to secure a table. Contrary to local folklore, it is possible to make a reservation at many Dim Sum restaurants.

3. Deciphering the Menu
Perhaps the most dreaded part of the Dim Sum experience, the menu at Hong Kong Dim Sum restaurants can be a challenge. The traditional cart that used be wheeled around carrying the Dim Sum selection has been retired in most restaurants, instead you need to tick what you want on the menu card provided. There is usually, but not always, an English language version. If there isn’t, your best bet is to tell the waiter the vegetables and meats you want to eat and he’ll do the rest. Look out for surprise Hong Kong foods like chicken feet.

4. More Tea Please
The jasmine tea you receive at the start of your meal is free. If you want more tea during your meal, just leave the top off the teapot and you’ll be topped up automatically.

5. Don’t Get Your Chopsticks in a Twist
Remember that only the communal chopsticks provided should be used for serving food or rice from the bowls to your plate. You should never use your own chopsticks to serve yourself from the communal bowls. (Rory Boland, About.com Guide - gohongkong.about.com)

See also :
Ice cream
Sate

Rabu, 10 November 2010

Delicacies of Ice cream Cake

Ice cream or Ice-cream is a frozen dessert usually made from dairy products, such as milk and cream, and often combined with fruits or other ingredients and flavours. Most varieties contain sugar, although some are made with other sweeteners. In some cases, artificial flavourings and colourings are used in addition to (or in replacement of) the natural ingredients. This mixture is stirred slowly while cooling to prevent large ice crystals from forming; the result is a smoothly textured ice cream.

The meaning of the term Ice cream varies from one country to another. Terms like frozen custard, frozen yogurt, sorbet, gelato and others are used to distinguish different varieties and styles. In some countries, like the USA, the term Ice cream applies only to a specific variety, and their governments regulate the commercial use of all these terms based on quantities of ingredients. In others, like Italy and Argentina, one word is used for all the variants. Alternatives made from soy milk, rice milk, and goat milk are available for those who are lactose intolerant or have an allergy to dairy protein, or in the case of soy and rice milk, for those who want to avoid animal products.

Ice cream cake is either ice cream in the shape of a cake or Ice cream and cake layered together to make a single form. The idea of Ice cream cake came from desserts composed of cream and cookies or cake called trifles, which first turned up in the Renaissance. Ice cream cake can be used for birthday cakes or, as has recently become en vogue among celebrities such as Victoria Beckham and Britney Spears, at weddings.

Victorians made desserts called bombes, which consisted of Ice cream and fruit in fancy molds. Sometimes these desserts were lined with cake or biscuits. Ice cream cake recipes dating to the 1870s have also been found.
A 3-inch-diameter (76 mm) Ice cream cake from Singapore with berry topping

Today, Ice cream cakes are made in many Ice cream stores and in many different varieties, including tin roof pie. They come in a variety of flavors and styles. Ice cream cakes are primarily made by layering two different types of hard Ice cream, with soft serve acting as the "icing".  (en.wikipedia)


See also :
Sate
Wine

Selasa, 09 November 2010

Makan Dim Sum Cina

Dim Sum - Bagi bangsa tua seperti China, aktivitas makan dan mengudap tak melulu hanya soal mengisi perut. Ada sentuhan seni yang mengiringi proses itu. Alhasil, kepuasannya tak hanya bisa diukur dari seberapa banyak yang dimakan, tapi juga sampai pada bagaimana metode penyajian, waktu penyajian hingga teman makan.

Nah, seperti layaknya tradisi mengudap di berbagai negara di seluruh dunia. Kudapan alias makanan kecil biasanya hanya disantap di sela-sela waktu makan utama, dengan porsi kecil dan dinikmati sembari bersantai. “Sebagai kudapan, awalnya Dim Sum hanya disantap saat pagi dan sore hari untuk teman minum teh. Pada perkembangannya, Dim Sum juga jadi menu sarapan,” ungkap Christoper, manajer Diamond Restaurant.

Maka, jangan heran bila kebanyakan restoran penyedia Dim Sum —termasuk di Solo— hanya menyediakan menu kudapan ini pada waktu pagi hingga sore hari. “Menu Dim Sum hanya tersedia hingga pukul 15.30 WIB. Setelah itu, menu diganti dengan menu makanan besar,” tutur Deasy Christina dari Orient International Restaurant.

Tak semua restoran penyedia Dim Sum mengadopsi kebiasaan ini. Di Diamond Restaurant, Wisma Boga dan Mr Dim Sum di Solo Grand Mall, Dim Sum juga bisa dinikmati hingga malam hari.
Berdasarkan kebiasaan, restoran penyedia Dim Sum sudah mulai beroperasi di pagi hari. Saat pagi, beraneka menu Dim Sum diatur rapi dalam wadah tenong bambu dan disusun vertikal pada sebuah meja steam. Pelanggan bisa langsung memilih, atau mengambil sendiri menu Dim Sum yang tersaji. Tapi, adapula restoran yang tak men-display Dim Sum-nya.

Dim Sum paling pas bila disantap ditemani bubur atau nasi tim. Ada banyak pilihan bubur pendamping, yang paling populer adalah bubur ayam. Ada pula bubur bebek, bubur sapi, bubur seafood dan bubur bitan (telur hitam-red), seperti yang tersedia di Sun City Restaurant. “Ragam bubur sengaja dibuat banyak, agar pelanggan punya pilihan santapan sesuai selera,” kata Didik Sarono, kapten restoran.

Coba juga nasi tim ala Orient. Nasi setengah matang ditim bersama dengan potongan jamur dan ayam yang telah dibumbui. Proses pengetiman, membuat nasi lebih lunak dan bumbu ayam meresap ke setiap butiran nasi. (Esmasari Widyaningtyas, Fetty Permatasari - Solopos)

Lihat juga :
Burger King
Sate

Senin, 08 November 2010

Eat Dim Sum with Yam Cha

Want to spend time relaxing with family or friends on Sunday morning? It was Yum Cha aka 'drink tea' this could be fun. Not just a cup of tea, various variants of Dim Sum and other oriental dishes would make a swing tongue.

On Sunday last it was time to fulfill the promise of enjoying the Yum Cha with my friends. Incidentally in one of the hotels restaurant is located in Mega Kuningan is now Yum Cha held a ritual every Sunday morning. Fortunately for the holiday makes the car which I was riding smooth shot straight to the Mega Kuningan area that is usually solid.

Not as usual, there are different when I stepped into the Pearl Chinese Restaurant. Chinese restaurant located on the 1st floor, Hotel JW Marriott this day appear to be different from usual. A few tables set outside the restaurant and as he stepped into the various food stations like to welcome the visitors who come.

Various knick-knacks such as lanterns and bird cages bright shades of red adorn the ceiling. A large banner that read Gong Xi Fat Choi help fuel strong oriental atmosphere to welcome the coming Lunar New Year. When engrossed circulate views, all of a sudden someone waving from a distance. Apparently my friends are sitting pretty circling a round table. They deliberately waited for my arrival before the start of Yum Cha together.

Possible for people of Chinese descent familiar with the ceremonial named Yum Cha this. Yum Cha can be interpreted as a 'tea' in the morning. Habit of drinking tea originated from China's southern Canton, where Yum Cha usually enjoyed early morning in tea shops on the roadside. While chatting casually with friends before starting the activity, drinking tea is also often accompanied with complementary foods such as Dim Sum.

According to custom, to enjoy Yam Cha should be an empty stomach. That's what I did this morning. Just like a Chinese restaurant in general, each table is equipped with plates, chopsticks, and the typical Chinese tea cups in the form of tiny ceramic cups and small bowls.

Oolong Tea is first formulated in a clay pot is poured into a glass and white ceramic by a waitress dressed in cheongsam (traditional Chinese dress with high neck and parts on the side of a long skirt to the ankles). According to the custom of tea is poured into the cup for the first inhaled the aroma. Hmm ... after the fragrant aroma permeates cup then closed with a small bowl and poured upside down so that the switch to the bowl of tea. After that inhaled tea straight from the bowl slurppp ... hmm other than a mild fragrance and no bitter taste.

When the first cup of tea finished, we started moving towards lined food stations. Around about 7 stations held food, including Pan Fried Dim Sum, Soup, Peking Duck, Congee Station, and the Drunken Shrimp which is a favorite end. Wah wah ... the number of choices makes me so confused want to start from?

Yam Cha enjoy it feels incomplete without the presence of Dim Sum. To enjoy the Dim Sum at the pan-fried and fried, can be taken as much at the buffet. As for enjoying Dim Sum steamed like hakau, dumplings, or xiao long bao to be done by order. Obviously this has included package price USD 138,000.00 that we pay to enjoy this Yam Cha.

Dim Sum is served in bamboo containers with portions big enough to fill hakau and dumplings. Siomaynya gently with a mixture of two pieces of shrimp that are fat-fat in it. While shirmp hakau contain large shrimp with a sense of tender, tasty and not tough. When eaten fresh shrimp was cooked without over-cooked. Hmm .. yum yum! Occasionally we were sipping tea to dissolve fat attached to the palate.

After a full eat Dim Sum, I decided to counter 'Congee Station' aka rice porridge counter. More than 10 Condiment posted on Chinese ceramic bowls in addition to a chef who was concocting porridge. First of all pulp taken from the Chinese ceramic container and poured on the pan to warm over the electric stove, then blended with topping choices visitors. Hmm ... porridge smell wafted from the pan really tempting!

The first mouthful almost made my tongue burn, bite your tongue feels hot porridge. Its texture is not too thick, tends to dilute and savory flavor dominates this porridge. Sliced chicken and shrimp was tender, blends harmoniously with the egg tan phi. Hmm ... Dim Sum is delicious eaten hot! Finally creepes filled with various kinds of fruit with a splash of chocolate and strawberry sauce to cover our sweet Yam Cha.

Given not only the meals that satisfy, but also created Yum Cha togetherness. It was next week I'll be back again, this time to enjoy with family beloved Yum Cha! (Detikfood)

See also:
Sate
Soto

Minggu, 07 November 2010

Sate Maranggi from Cipanas

Want to place anywhere, always promising Sundanese cuisine a distinctive taste. As the resulting sense of Sate maranggi Kuring restaurant in the area Saung Beach Ancol, North Jakarta.

Enjoy the atmosphere of the beach to be one option to relieve stress. In order to get relaxed atmosphere, there's nothing wrong we also tasted the dish from the Land Pasundan called Sate maranggi. In contrast to the Sate sold in Jakarta and is from Madura, Sate maranggi typical food can be said Purwakarta, West Java.

However, there are some people who argue that the Sate maranggi comes from Cianjur or around the area Cipanas. Scent of burnt smell when Sate maranggi Seputar Indonesia (SI) entered the restaurant labeled Saung Sunda Kuring, which is located at Pantai Indah Ancol.

Restaurant that was established two years ago, precisely in January 2007, according to its owner, Ade Norman, it makes Sate maranggi as a menu mainstay.

"For the lover of Sundanese cuisine, especially maranggi Sate, do not have far to go to Cianjur, because in Ancol also available Sate maranggi with a sense that is no less tasty," he said.

Ade added, though generally Sate maranggi made of mutton or beef, especially in Saung Kuring, the main raw material used is beef.

Difference Sate maranggi with other types lies in the seasoning made from soy sauce and taste a mix of sweet, sour, and spicy. The combination is exquisite touch sense of the tongue while enjoying the Sate maranggi SI. Generated from the soy sauce taste sweet, sour from vinegar lahang (vinegar is made from sugar cane), and spicy green chili that comes from.  (Koran SI / Koran SI/ NSA - okefood)

See also:
Hanamasa
Burger King

Jumat, 05 November 2010

Sate Coconut With Peanut Sauce

Ever eat Sate Coconut? Enjoyment eat Sate will increasingly spread peanut sauce with a tasty and not too spicy. Asih said Sate seasoning is not spicy was deliberately formulated at the request of many consumers. "Chili we include on the edge of spice, but if there are customers who like the taste spicy, we make a spicy chili pol with an additional 25, even more," he said.

Visitors who taste the Sate gut will certainly enjoy the sensational taste like meat because of his intestines and not at all fishy. So too it is with Sate marrow that was not nauseated and melted in the mouth such as eating chocolate.

If consumers are curious about the menu Sate marrow, should come before the lunch hour so as not to run out. Other menu worth trying is the Sate muscle. Although based Sate beef muscle, it's not tough. Satay flavor delicacy served at various depots Mother Asih it can not be separated from how to cook it.

Actually, according to Asih, Sate ondomohen cooking process is quite simple. Once cut into pieces, meat scrubs in diurap-ointment (mixed) with grated coconut or coconut kemetan with the level of maturity and seasoning are confidential. The mixture is then left for some time until the spices to infuse.

Coconut kemetan previously mixed with red onions, garlic, salt, and turmeric. "To Sate marrow, intestine, and muscle, the same way, only added spice marinade herb salad. Intestine and muscle was also previously had to be boiled for one and a half hours so soft, "said Asih.

After the boiling process is finished, the pieces of meat ready stabbed and burned. Sate for evenly cooked and empuknya, said Asih, the combustion process must be done quickly and often inverted. Especially for Poya, grated coconut roasted and given a secret seasoning, and then allowed to dry.

After that Poya pounded for more subtle for the warm rice mixture. The whole process was done in the kitchen cooking home Asih in Gang Ondomohen, Mayor Street Mustajab. According Asih, every day, he spends about 1 quintal scrubs in, 2 pounds of lard, and 5 kilograms of intestine.

Meanwhile, more than 40 coconuts him though, good for the meat shredded and used as Poya Sate. Eating Sate in the depot Mother Asih incomplete if not accompanied by crackers taste puli. Crackers made from wheat flour and spicy garlic was sold for 1,000 rupiah per pack.

Crackers which was tasty but not too salty it is the right combination to complement the sweetness of flavor Sate. In addition to her because of Sate, most visitors are interested in going to drink tea that is served at the Depot Mother Asih. There are two kinds of tea drinks, namely hot and cold tea.

According Asih, taste tea in its place is different because it blended from two different types of tea. "Many visitors who enjoy our blend of tea, and some even took him to Singapore for a souvenir," he added. (Koran jakarta)


See also:
Soto
Sushi

Rabu, 03 November 2010

Recipe of Sate Lilit

Many ways to make Sate. in addition to being stabbed, can also wrap the skewer Sate. Sate Lilit that is wrapped meat, such as fish meat, chicken, or beef that has been chopped.

Material:

1. 250 grams of mackerel flesh, puree.
2. 1 / 4 tsp lemon juice
3. 25 gr canned button mushrooms, roughly chopped
4. 1 egg white
5. Small 1 stalk spring onion, thinly sliced
6. 2 cloves garlic, and puree gorreng
7. 2 pieces of red chili, roughly chopped,
8. 1 / 2 tsp fish sauce
9. 1 / 4 teaspoon salt
10. 1 / 4 tsp black pepper powder
11. 1 / 4 tsp sugar
12. 1 tsp corn starch
13. stick / chopstick to stalk skewers

Directions:

1. Mix meat mackerel, lemon juice, button mushrooms, egg whites, scallions, garlic, chilli, fish sauce, salt, black pepper, and sugar. knead average, enter the sago flour and stir well.
2. take a little dough, glue on the stem stick / chopstick, shapes such as pins.
3. steam for 30 minutes over medium heat until cooked. remove and set aside.
4. dyers: stir the flour, cornstarch, chili powder, salt, and water.
5. satay dip into dyes, roll into flour PANIR fine.
6. fried in oil that has been heated, over medium heat until cooked. (doyan-masak)

See also:
Dim Sum
Wine

Kamis, 28 Oktober 2010

Apa itu lemak susu?

Lemak susu, atau lemak pada umumnya, termasuk dari sumber non0dairy, adalah penting untuk ice cream karena alasan berikut:
* Meningkatkan kekayaan rasa pada es krim * Menghasilkan tekstur yang halus karakteristik oleh pelumas langit-langit * Membantu untuk memberikan tubuh untuk es krim, karena perannya dalam destabilisasi lemak * Membantu dalam sifat mencair yang baik, juga karena perannya dalam destabilisasi lemak * Membantu dalam pelumas laras pembeku selama manufaktur (Non-lemak campuran sangat keras pada peralatan pembekuan)
Keterbatasan penggunaan berlebihan gemuk susu dalam campuran meliputi: * Biaya * Menghambat kemampuan mencambuk * Penurunan konsumsi karena kekayaan berlebihan * Nilai tinggi kalori
Sumber terbaik gemuk susu es krim untuk bumbu kualitas tinggi dan kenyamanan adalah krim manis segar dari susu manis segar. Sumber-sumber lain termasuk mentega atau lemak susu anhidrat.
Selama pembekuan es krim, emulsi lemak yang ada dalam campuran akan mengguncang sebagian atau penurunan sebagai akibat dari penggabungan udara, kristalisasi es dan gaya geser tinggi dari pisau. Ini sebagian berputar diperlukan untuk mengatur struktur dan tekstur es krim, yang sangat mirip dengan struktur whipped cream. Pengemulsi membantu mempromosikan proses destabilisasi, yang akan dibahas di bawah.
The trigliserida dalam lemak susu memiliki berbagai macam mencair, +40 ° C sampai -40 ° C, dan dengan demikian selalu ada kombinasi lemak cair dan kristal. Perubahan ini padat: Rasio cair dapat mempengaruhi jumlah destabilisasi lemak yang terjadi. Menduplikasi struktur dengan sumber lain lemak yang sulit.
Sayuran (non-dairy) lemak yang digunakan secara luas sebagai sumber lemak dalam es krim di Inggris, bagian dari Eropa, Timur Jauh, dan Amerika Latin tetapi hanya sampai tingkat yang sangat terbatas di Amerika Utara. Lima faktor yang sangat menarik dalam pemilihan sumber lemak adalah struktur kristal lemak, tingkat di mana mengkristal lemak selama kondisi suhu yang dinamis, profil suhu lebur tergantung dari lemak, terutama pada suhu dingin dan freezer, isi leleh trigliserida tinggi (yang dapat menghasilkan lilin, mouthfeel berminyak) dan rasa dan kemurnian minyak. Adalah penting bahwa tetesan lemak mengandung rasio antara cairan: lemak padat pada saat pembekuan. Sulit untuk menghitung rasio ini karena tergantung pada sejumlah faktor komposisi dan manufaktur, bagaimanapun, 1 / 2 sampai 2 / 3 lemak kristal pada 4-5oC adalah aturan, baik bekerja. Kristalisasi lemak terjadi dalam tiga langkah: pelewat-dinginan untuk mendorong nukleasi, nukleasi heterogen atau homogen (atau keduanya), dan propagasi kristal. 


 Lemak massal, nukleasi didominasi heterogen, dengan kristal diri mereka bertindak sebagai agen untuk kristalisasi nukleasi lebih lanjut, dan pelewat-dinginan biasanya minimal. Namun, dalam suatu emulsi, tetesan masing-masing harus mengkristal independen dari berikutnya. Untuk nukleasi heterogen mendominasi, harus ada agen nukleasi tersedia di setiap tetesan, yang seringkali tidak terjadi. Jadi dalam emulsi, nukleasi homogen dan pelewat-dinginan luas mungkin umum. Campuran minyak sering digunakan dalam pembuatan es krim, dipilih untuk memperhitungkan karakteristik rekening fisik, rasa, ketersediaan, stabilitas selama penyimpanan dan biaya.
Kami baru menyelesaikan studi tentang penggunaan lemak non-susu di desserts beku, yang tersedia di sini. Sebuah campuran 75% dari minyak inti sawit baik difraksinasi atau minyak kelapa dan 25% dari minyak tak jenuh, seperti minyak bunga matahari tinggi oleat, ditunjukkan untuk menghasilkan tingkat optimal lemak, krisis destabilisasi dan rasa, meskipun minyak kelapa bisa lebih lama mengkristal selama penuaan. Campuran lemak susu 50%, 37,5% inti sawit fraksi atau minyak kelapa, dan 12,5% minyak bunga matahari tinggi oleat juga terbukti sangat diterima. (Foodscience) 





Lihat juga : burger king


sate